Strategi Marketing Dealer Mobil di Tiongkok : Lomba Hancurkan Bumper Mobil

Lomba Hancurkan Bumper Mobil di Tiongkok – Umumnya strategi marketing dilakukan dengan cara membagikan potongan harga atau diskon. Atau yang paling biasa adalah menawarkan hadiah yang menarik untuk mendorong konsumen membeli sebuah produk. Namun tidak di Tiongkok, ada sebuah diler mobil yang dengan nekat menawarkan sayembara menghancurkan bumper mobil.

Strategi Dealer Tiongkok Hancurkan Bumper Mobil

Hal tersebut dilakukan diler mobil untuk membuktikan kualitas dari produk yang dijualnya. Seperti dilansir dari Shanghaiist, ada sebuah diler mobil yang bermarkas di kota Rizhao, Shandong, Tiongkok, yang mengundang konsumen untuk membuktikan kualitas dari mobilnya. Caranya cukup unik, yaitu mempersilahkan para pengunjung untuk menghancurkan bumper mobil bagian depan dengan menggunakan batang baja sepanjang satu meter.

Advertisement

Bahkan untuk menarik pengunjung, promotor diler mobil tersebut akan memberikan hadiah yang cukup besar kepada orang yang mampu membuat bumper depan mobil penyok. Alhasil banyak yang mencoba lomba ini, mulai dari yang berperawakan sedang, sampai dengan pria-pria berotot semua mencoba untuk menghancurkan bumper mobil dengan baja. Namun dari sekian banyak yang mencoba, tidak ada yang berhasil menghancurkan bumper mobil tersebut, alih-alih hancur, bumper mengalami penyok pun tidak.

Sayangnya tidak disebutkan mobil apa yang dipakai diler untuk lomba tersebut. Melihat baja yang digunakan sangat kuat, hal ini patut diapresiasi. Kabar yang beredar, bumper dengan bahan baja kuat tersebut akan digunakan untuk mobil besutan Tiongkok yaitu X7 Landwind.

Sebagai informasi, X7 Landwind adalah mobil yang produksi Tiongkok yang memiliki kemiripan dengan desain body mobil asal Inggris yaitu Range Rover Evoque. Dilihat secara visual, kedua mobil ini memiliki desain body yang identik antara satu sama lain. Namun jika Range Rover Evoque sudah teruji kualitasnya, untuk X7 Landwind masih banyak pecinta otomotif yang mempertanyakan mengenai kualitas material mobil lokal warga Tiongkok tersebut. Alhasil strategi di atas mungkin dilakukan untuk membuktikan bahwa kendaraan produksi dari negeri Tirai Bambu juga memiliki kualitas material yang handal, serta tidak dibuat dengan asal-asalan sesuai dengan stigma negatif orang-orang selama ini.

Baca juga Otonomos, Mobil Tanpa Kemudi Kini Mulai Diterima Masyarakat dan Abarth Produksi Seri ‘The Smallest Supercar’ Hanya 133 Unit.

 

Top