Tak Mau Bikin Sedan, Daihatsu Cukup LCGC Saja

Daihatsu Tegaskan Komitmen untuk Tetap Fokus pada Segmen LCGC dan Low MPV – Sempat berkiprah di segmen sedan pada dekade 1980-an hingga 1990-an, nyatanya PT Astra Daihatsu Motor (ADM) saat ini tak tertarik lagi untuk kembali menggarap segmen itu. Daihatsu Indonesia memang punya alasan tersendiri mengapa mereka memilih untuk melepaskan segmen sedan yang sebenarnya masih populer di Indonesia.

daihatsu-tegaskan-komitmen-untuk-tetap-fokus-pada-segmen-lcgc-dan-low-mpv

Saat ini, Daihatsu nampaknya sudah cukup puas dengan varian low cost green car atau LCGC sebagai andalannya. Mobil LCGC produksi Daihatsu, yakni Daihatsu Ayla, memang mendapatkan sambutan positif dari publik Tanah Air. Selain itu, PT ADM juga beranggapan bahwa segmen sedan memiliki porsi yang kecil di pasar otomotif Indonesia.

“Segmen sedan itu berapa persen sih dari total market kita? Ya kita tentunya akan fokus segmen pasar yang menjadi keinginan atau kebutuhan masyarakat,” ujar Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, saat ditemui di Maratua, Kalimantan Timur pada Rabu (23/9).

Komitmen Astra Daihatsu untuk berfokus pada segmen LCGC memang berdasarkan fakta bahwa sekarang Daihatsu mempercayai PT ADM sebagai pabrikan. Artinya, PT ADM saat ini tak hanya berperan sebagai distributor saja, namun juga ikut serta dalam proses produksi massal. Amelia menambahkan, untuk memproduksi sebuah produk ada syarat khusus, yaitu harus memenuhi skala keekonomian, yakni minimal 2.000 unit yang terjual setiap bulan.

“Nah, kita lihat total sedan di kita. Kira-kira bisa mencapai skala ekonomi minimal itu tidak?,” ucap Amelia.

Lebih lanjut Amelia menambahkan bahwa sebenarnya bisa saja Daihatsu membuat produk sedan dengan cara kolaborasi, seperti halnya Daihatsu Xenia dengan Toyota Avanza. Namun persoalannya bukan hanya tentang merek, tapi terkait dengan selera konsumen.

Saat ini, Daihatsu menggarap tiga segmen, yakni LCGC city car, low MPV, dan juga small SUV. Andalan Daihatsu di masing-masing segmen itu adalah Ayla, Xenia, serta Terios.

“Jadi ketiganya cukup mewakili. Trennya juga terus naik. Ayla penjualannya cukup besar,” kata Amelia lagi.

Selain terus mengejar penjualan LCGC Ayla, Daihatsu pun juga terus mempertahankan porsi Xenia di pasar otomotif nasional. Daihatsu Xenia sendiri sejak pertama kali diluncurkan tahun 2004 hingga kini terus membukukan porsi terbesar dalam penjualan PT ADM, disusul oleh Terios. Baca juga Mobil Bekas VW Kodok Dibanderol Mulai Rp 12 Jutaan dan Penantang Range Rover Sudah Terlihat di Jalanan.

Top