Kursi Pelontar seperti Jet Tempur Dipertimbangkan pada Mobil Balap F1

Balap F1 Pertimbangkan Penggunaan Kursi Pelontar – Mobil balap tercepat di dunia, Formula One (F1) yang memiliki sistem single seater dengan desain atap terbuka memang dianggap sebagai salah satu resiko yang sangat buruk bagi para pembalap F1. Pasalnya desain tersebut dapat menimbulkan bahaya yang sangat fatal bagi para pembalap mobil F1 maupun sejenisnya, khususnya saat terjadi kecelakaan keras karena tidak adanya pelindung yang memadai untuk pembalap meskipun telah memakai helm sekalipun. Dengan hal tersebut, rupanya penyelenggara balap mobil paling bergengsi di dunia tersebut pernah memikirkan alternatif untuk meminimalisir resiko yang ada yakni dengan menggunakan kursi pelontar.

Balap F1 Pertimbangkan Penggunaan Kursi Pelontar

Dilansir oleh laman Forbes, yang dikutip Kompas Otomotif, Mingu (27/9/2015) ide tersebut dikemukakan oleh Max Mosles yang merupakan mantan Presiden Federation Internationale de I’Automobile (FIA). Mosley pernah memikirkan bahwa untuk meminimalisir adanya kecelakaan fatal yang mengakibatkan cedera parahnya pembalap terdapat alternatif radikal yakni dengan memasang kursi pelontar pada setiap unit mobil F1. Sehingga saat terjadi tabrakan, entah itu dengan sesama pembalap atau menabrak dinding pembatas lintasan maka nyawa pembalap akan lebih terjamin.

“Mereka membicarakan tentang kursi pelontar pada satu titik, seperti menembakan roket atau sebut saja demikian. Anda tentu saja bisa punya mekanisme pelepasan dalam berbagai bentuk. Mereka melakukannya di pesawat tempur saat keluar, tapi ada beberapa lapisan kesulitan dan semua marshal sirkuit harus tahu mengoperasikannya,” ujar Mosley.

Sebenarnya pada balap F1 era kepemimpinan Mosley, ia pernah memiliki solusi lain untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan fatal bagi para pembalap F1 yakni dengan memberikan atap pada kokpit pembalap di mobil balap F1 mereka. Pada saat percobaan solusi tersebut awalnya dapat bekerja dengan baik dan mampu melindungi pembalap. Namun dikarenakan dapat mengurangi performa dari mobil balap itu sendiri sepertinya membuat pihak penyelenggara mengurungkan niatnya tersebut.

separator

Balapan dengan atap terbuka memang memiliki resiko yang sangat besar bagi pembalap, apalagi bagi para pembalap mobil tercepat di dunia F1. Maka dari itu saat ini pihak penyelenggara tetap memperhatikan keamanan bagi pembalap dengan mencari solusi terbaik.

Sebelulmnya pada Juli lalu, balap mobil F1 telah memakan korban pembalap F1 asal Perancis yakni Jules Bianchi yang mengalami kecelakaan saat membesut mobil F1nya di lintasan basah sirkuit Suzuka ada GP Jepang. Baca juga Musim Depan Rio Haryanto Merasa Ada Peluang Tampil di F1 dan Lewis Hamilton Juarai F1 GP Kanada.

Top