Jualan Mulai Lesu, Yamaha Pangkas Jam Lembur Karyawan

Jualan Mulai Lesu, Yamaha Pangkas Jam Lembur Karyawan – Meski sempat mengalami peningkatan penjualan baik di dalam negeri dan luar negeri, tak lantas membuat penjualan Yamaha semakin meningkat. Yang terjadi justru sebaliknya, kini penjualan sepeda motor dari Yamaha tengah mengalami siklus penurunan drastis. Hal ini tak lepas dari lesunya perekonomian di Indonesia dan semakin terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Jualan Mula Lesu Yamaha Pangkas Jam Lembur Karyawan

Hal ini juga diamini oleh Asisstant General Manager (GM) Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang biasa akrab dengan wartawan, yaitu Mohammad Masykur. Masykur memiliki pendapat bahwa kini pabrikan motor terbesar kedua di Indonesia itu tengah mengalami imbas yang cukup besar dari kondisi ekonomi yang terjadi di tanah air.

“Demand (permintaan) masyarakat terhadap motor mengalami penurunan 25 sampai 30 persen. Kita selalu berharap ekonomi membaik, sehingga demand kembali normal atau lebih baik lagi,” ujar Masykur dilansir dari Viva.co.id, (30/9/2015).

Untuk mengatasi lesunya penjualan, membuat YIMM menempuh beberapa langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi produksi. Salah satunya kini YIMM melakukan pengurangan jam lembur untuk karyawan yang bekerja di bagian produksi YIMM. Pengurangan jam lembur tersebut tidak akan berujung dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk karyawan, hal ini dijamin sendiri oleh pihak YIMM karena YIMM yakin bahwa penjualan motor akan kembali seperti semula saat kondisi ekonomi mulai membaik.

separator

“Kita (aktivitas) masih normal, tidak ada PHK yang dilakukan oleh perusahaan. Semuanya masih berjalan seperti biasa, walaupun ada pemangkasan jam lembur,” tegas Masykur.

Bukan hanya pengurangan jam lembur, strategi-strategi lain juga dilakukan oleh YIMM untuk meningkatkan penjualan motor Yamaha di Indonesia. Mulai dari srategi umum, sampai strategi khusus akan ditempuh YIMM untuk mengembalikan atmosfer penjualan motor Yamaha di Indonesia.

“Adanya produk baru, lalu trade in (tukar tambah motor bekas) adalah salah satu strategi kita. Hanya saja setiap wilayah pasti memiliki promo berbeda lainnya, tergantung kreativitas setiap wilayah,” pungkas Masykur.

Saat ini seperti yang kita ketahui YIMM memang gencar mengenalkan produk barunya mulai dari segmen matic, bebek, sampai motor sport. YIMM Pusat juga berharap akan adanya strategi khusus yang dilakukan oleh dealer-dealer untuk menggenjot penjualan motor di masing-masing daerahnya. Baca juga Ekspor Motor Yamaha Meningkat dan Yamaha Kuasai Pasar Motor Sport Nasional.

Top