Kian Langka di Pasaran, Chevrolet Spin Semakin Diburu

Sempat Anjlok, Kini Chevy Spin Justru Banyak Diburu – Menurut General Motors (GM) Indonesia, masuk dalam peta persaingan dengan merek-merek mobil lainnya kini bukan lagi menjadi fokus utama. Untuk saat ini GM Indonesia memiliki cita-cita untuk memperbesar citra merek Chevrolet pada benak masyarakat, sehingga dengan begitu brand Chevrolet tetap akan dicintai konsumen di Indonesia.

Kian Langka di Pasaran Chevrolet Spin Semakin Diburu

Contoh nyatanya adalah MPV yang sempat menjadi andalan GM Indonesia yakni Chevrolet Spin. Salah satu petinggi GM Indonesia, Yuniadhi Haksono Hartono yang menjabat sebagai Director of External Affair GM Indonesia, mengutaran, jika ingin menciptakan pasar yang loyal dapat dilakukan dengan penguatan citra brand di masyarakat. Sebab, tanpa ada keyakinan pada brand, konsumen bakal sulit berpaling dari merek lain.

“Karakter konsumen Chevrolet di Indonesia itu adalah mereka yang mau mengambil keputusan, mau mengambil risiko untuk berbeda. Mereka beli mobil karena keinginan mereka, bukan keinginan pedagang,” kata Yuniadi dikutip dari KompasOtomotif, hari Rabu (21/10).

Kemudian selain penguatan citra brand atau merk, sektor lain yang harus dipenuhi oleh ATPM ialah kesanggupan untuk meningkatkan kepuasan pengguna. Untuk memenuhi sektor ini, maka layanan after sales adalah salah satu program yang harus diprioritaskan.

Keputusan besar GM Indonesia menutup pabrik perakitan Chevrolet Spin di Bekasi, beberapa bulan lalu secara langsung berdampak pada jumah pasokan Chevrolet Spin yang kian menipis. Rupanya hal ini membuat konsumen yang gemar eksklusivitas terus memburunya. Ditanya perihal tersebut, Yuniadi juga mengaku bingung.

“Saya juga bingung, begitu sekarang mau menjadi model langka, banyak konsumen yang mencari Spin,” ujar Yuniadi.

Dari data GAIKINDO, pada periode bulan Januari hingga September tahun ini, Chevrolet Spin berhasil terjual hingga 2.932 unit. Peningkatan penjualan Chevrolet Spin justru meningkat sejak bulan Juli 2015, dengan kenaikan 365 unit dari bulan sebelumnya.

“Sekarang stok Spin semakin menipis, jumlahnya sudah tidak banyak lagi di pasar,” ucap Yuniadi, melanjutkan.

Mengacu data dari bulan September lalu, GM Indonesia ternyata hanya memasarkan dua varian Chevrolet Spin di Indonesia, lewat varian Active 1.5 A/T dan varian 1.5 LTZ M/T, sementara sisa delapan varian lainnya sudah disuntik mati di Indonesia. Baca juga Pabrik Bakal Ditutup, Penjualan Chevrolet Spin Anjlok di Pasaran Otomotif Indonesia dan GM Indonesia Fokus Benahi Strategi Bisnis Chevrolet.

Top