Seberapa Pentingkah Masa ’Inreyen’ untuk Sepeda Motor?

Pentingnya Masa Inreyen Pada Motor Baru – Kata ‘inreyen’ jamak kita dengarkan ketika menemui sepeda motor baru, atau ketika mebeli motor baru. Ternyata masa ‘break-in’ untuk motor baru sangat berpengaruh terhadap kelangsungan sepeda motor, karena dengan inreyen yang benar turut mempengaruhi sepeda motor dalam masa penyesuaian, sehingga dengan inreyen sepeda motor tidak akan cepat rusak.

Seberapa Pentingkah Masa Inreyen untuk Sepeda Motor?

Dilansir dari laman KompasOtomotif, hari Sabtu (24/10), menurut Sarwono Edhi, selaku Technical Service Division PT Astra Honda Motor, mengungkapkan jika masa inreyen sangatlah penting terhadap kelangsungan motor. Inreyen sangat penting untuk 500 km pertama jarak tempuh motor.

”Alasannya,  agar kehandalan kendaraan di masa mendatang tetap bertahan (awet) dan performance-nya tetap baik. Inreyen juga menjadi sarana penyesuaian kerja setiap komponen agar bisa berjalan sebagaimana mestinya,” jelas Sarwono.

Jika kita definisikan, masa inreyen dapat diartikan sebagai masa dimana komponen mesin sepeda motor mengalami penyesuaian satu sama lain. Selama ini banyak yang menganggap jika komponen sudah mengalami proses pengujian kualitas di pabrikan, namun meski begitu tetap saja partikel yang menempel harus dibersihkan agar tidak berakibat fatal ke depannya.

Jadi bagaimana untuk membersihkan partikel-partike tersebut? Untuk membersihkan partikel-partikel sisa dari proses pembuatan komponen dan perakitan, umumnya partikel yang berpotensi menghambat kinerja adalah seperti serpihan logam dan oli pengawet, yang cara pembersihannya harus dilakukan secara manual dalam masa inreyen.

Ternyata untuk melakukan masa inreyen, juga tak bisa sembarangan. Untuk melakukan inreyen juga harus menempuh cara-cara benar. Pada kesempatan kali ini, Sarwo Edhi juga memberikan sedikit tips bagaimana melakukan inreyen secara benar. Simak di bawah ini.

Pertama, sebaiknya hindari full throttle start atau akselerasi yang cepat. Hal ini untuk menghindari kerusakan komponen akibat gesekan atau tumbukan yang berlebihan.

Kedua, hindari pengereman secara kuat-kuat (hard breaking) dan menurunkan gigi transmisi secara cepat. Alasannya sama, mengurangi gesekan atau tumbukan yang berlebihan.

Ketiga, berkendaralah secara konservatif, dan indari berkendara ekstrem.

Keempat, jangan mengangkut beban berlebihan. Ini akan menambah beban kerja komponen yang masih sedang melakukan adaptasi.

Terakhir, wajib mengganti oli pada 1.000 km pertama. Hal ini diperlukan agar sisa partikel hasil gesekan antar komponen langsung dibuang, lalu diganti pelumas baru. Baca juga Servis Berkala Motor Honda Kini Bisa Dilakukan di Rumah dan Yamaha NMax Terpilih Sebagai Motor Terbaik Forwot.

Top