Pedrosa Sebut Buku Aturan MotoGP “Abu-abu”

Dani Pedrosa Sebut Buku Aturan MotoGP Tak Tegas – Kontroversi “Sepang Clash” yang melibatkan Valentino Rossi dan Marc Marquez masih terus hangat diperbincangkan. Kejadian “tendangan” Rossi yang mengakibatkan Marquez tersungkur itu memang mengundang banyak tanggapan beragam. Tak hanya ditujukan kepada kedua pembalap yang terlibat dalam kejadian kontroversial itu, namun komentar soal kredibilitas penyelenggara balapan MotoGP pun juga mulai banyak bermunculan. Kali ini yang bersuara adalah pembalap tim Repsol Honda yang notabene rekan setim Marquez, Dani Pedrosa.

dani-pedrosa-sebut-buku-aturan-motogp-tak-tegas

Meski sempat mengeluarkan komentar nyinyir soal “ulah” Valentino Rossi pada Marquez yang dianggap sebagai tindakan “tidak pantas”, Pedrosa kini secara diplomatis juga menanyakan soal buku aturan MotoGP yang dinilai tidak tegas.

Seperti disampaikan Pedrosa pada Crash.net, ia mengatakan bahwa Badan Pengawas Balap MotoGP harus merevisi buku aturan untuk menghadapi para pebalap “nakal”, baik di kelas tertinggi maupun Moto2 dan Moto3, layaknya buku aturan balapan mobil Formula 1. Rider Spanyol tersebut juga menyebut bahwa Pengawas Balap cukup lambat dalam melakukan pertimbangan soal buku aturan.

“Sejak dulu, aturan-aturan ini begitu abu-abu, tak hanya MotoGP, tapi juga Moto2 dan Moto3. Padahal kami semua sudah membicarakan hal ini dengan Pengawas Balap berkali-kali. Jika hal macam ini terjadi, maka tak ada yang bisa tahu bagaimana menilainya. F1 saja tahu siapa yang salah dan benar, karena buku aturan menentukannya,” ujar Pedrosa.

Pedrosa juga menambahkan bahwa peraturan tegas harus diaplikasikan sejak dini, yakni bagi para pebalap Moto3 dan Moto2, hingga saat naik ke MotoGP mereka mampu sadar diri untuk disiplin dan menaati peraturan yang ada.

“Semuanya serba abu-abu, terutama di Moto3 dan Moto2, di mana kita sering melihat aksi-aksi bodoh, dan para pembalap tidak dihukum selagi masih muda. Ketika mereka naik ke kelas yang lebih tinggi, motornya lebih besar dan berbahaya. Masalah yang mereka timbulkan akan sulit diatasi. Menurut saya, buku aturan MotoGP harus lebih tegas,”

Setelah kejadian di Sepang yang melibatkan Rossi dan Marquez, memang penyelenggara MotoGP terus mendapat sorotan. Aturan-aturan dasar yang “abu-abu” memang berpotensi membawa dampak buruk pada kelangsungan balapan motor paling populer sejadag tersebut. Aturan yang tidak jelas dan tidak tegas itulah yang konon membuat seorang Casey Stoner memilih mundur dari ajang MotoGP. baca juga Rossi Ancam Tak Ikut Balap di Laga Pamungkas MotoGP dan Trio Spanyol Serang Rossi Atas Insiden di Malaysia.

Top