Konversi BBM ke CNG Masih Jalan di Tempat

Proses Pengalihan Penggunaan BBM ke CNG Tidak Ada Kemjauan – Penggunaan bahan bakar minyak bumi yang semakin lama semakin benyak tentu saja akan berpengaruh terhadap ketersediaan. Kesadaran dari adanya pemanfaatan bahan baar lalin selain minyak bumi kini telah mulai digalakkan. Memang, sejak sepuluh tahun yang lalu telah mulai ada beberapa sosialisasi mengenai penggunaan bahan bakar non minyak yang juga tercantum dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun  2005.

proses-pengalihan-penggunaan-bbm-ke-cng-tidak-ada-kemjauan

Salah satu yang tertuang dalam peraturan tersebut yaitu adanya penggunaan energy gas sebagai bahan bakar yaitu Bahan Bakar Gas (BBG) atau yang sering disebut dengan CNG (Compressed Natural Gas). Lalu, bagaimana perkembangan dari peraturan tersebut?

Untuk merealisasikannya, pemerintah memberlakukan Peraturan Presiden nomor 64 tahun 2012, menunjuk beberapa instansi pemerintahan untuk mulai menjalankannya, seperti Pertamina dan Kementrian Prindustrian (Kemenperin).

Salah satu upaya yang harus dilakukan oleh Kemenperin yaitu dengan menjadi penyedia konverter kit atau komponen tambahan yang dipasangkan pada mobil-mobil pribadi) sehingga nantinya mobil akan dapat menggunakan bahan bakar gas.

Gusti Putu Suryawirawan selaku Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin juga mengungkapan sebagaimana yang dikutip dari halaman kompas Otomotif, Sabtu (28/11/2015),”Memang penyediaan bahan bakar alternatif sudah jadi program nasional. Salah satu usahanya, dengan mendatangkan converter kit yang bisa dipasangkan pada mobil pribadi dengan bahan bakar minyak (BBM), sehingga bisa menggunakan CNG atau gas,”

Advertisement

Kemudian Putu melanjutkan, namun sayangnya program tersebut tidak ada perkembangan justru seperti jalan di tempat. Untuk sosialisasi serta promosi dari pemanfaatan CNG serta pemasangan converter kit tidak berjalan seperti ekspektasi. Rupanya, masih banyak pemilik kendaraan yang enggan beralih pada penggunaan CNG tersebuyt.

Dengan dalih meragukan keselamatan dan keamanan, masyarakat masih tetap ingin mempertahankan penggunaan Bahan Bakar Minyk (BBM). Untuk itulah masih sulit untuk membuat masyarakat percaya dan menerima adanya peralihan pemanfaatan bahan bakar alternatif dari minyak bumi tersebut.

Namun hingga kini pihak terkait masih belum mengungkapkan tenta upaya yang hendak dilakukan selanjutnya. Apakah akan tetap mempertahankan BBM atau kembali menggalakkan penggunaan CNG. Baca juga Gubernur Sulawesi Selatan Buka GIIAS Makassar dengan Antusias dan Astra Honda Motor Terima Penghargaan ICSA 2015

Top