Beli Mobil Bekas Kini Bisa Kredit dengan Mudah

Leasing Korea Sasar Pembeli Mobil Bekas Kredit – Pasar mobil bekas di Indonesia memang terbilang subur dan stabil, selain banyak peminat pasaran mobil bekas juga masih banyak diminati bagi mereka yang tidak mampu membeli mobil baru. Sayangnya, kebanyakan proses mendapatkan mobil bekas adalah dengan cara cash, padahal tidak semua orang bisa membeli mobil bekas dengan cara tunai.

Beli Mobil Bekas Kini Bisa Kredit dengan Mudah

Namun tampaknya problem yang banyak dikeluhkan konsumen mobil bekas tersebut kini bisa teratasi, pasalnya PT Sinarmas Hana Finance (SHF) telah membuka perusahaan yang khusus membiayai pembelian mobil bekas. Perusahaan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Hana Financial Group dan Sinarmas Group.

Advertisement

“Kita bermain di mobil bekas tahun 2000 ke atas, tidak ke bawah, menyasar semua segmen. Kenapa kita tertarik main mobil bekas? Karena nilai jual mobil bekas relatif lebih stabil. Dan kita juga bermain mobil LCGC seken,” ujar Rendy Gunadi, Direktur Bisnis Sinarmas Hana Finance, dikutip dari laman Otosia, hari Jumat (11/12).

Senada dengan pernyataan Rendy, CEO Sinarmas Hana, Seo Si Ju, juga mengungkapkan faktor dibentuknya perusahaan ini adalah karena ingin memenuhi kebutuhan pasar di segmen mobil bekas untuk pasar menengah yang saat ini menyimpan potensi penjualan cukup baik.

“Saat ini, dalam jangka pendek, kami akan memperkuat infrastruktur internal dan akan fokus menggarap pasar ini. Namun ke depan, kami akan memasuki pasar yang lebih besar seperti mobil baru, kendaraan komersial, alat berat, property dan lainnya yang tidak tersentuh oleh pihak perbankan,” tambah Seo Ji Su.

Lantas kota manakah yang akan mendapati fasilitas ini? Dalam jangka waktu dekat, perusahaan ini siap memberikan pelayanan pembiayaan mobil bekas untuk kota besar seperti Bekasi, Tangerang, Depok, menyusul kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa.

Sementara untuk mobil bekas yang bisa dibantu pembiayaannya memang terbatas untuk produksi tahun 2000 ke atas. Hal  ini disebabkan karena alasan usia kendaraan, termasuk perawatan serta spare part.

“Relatif masih muda ya. Tahun 2000 itu kan mobil mulai yang fast moving semua ya. Kalau di bawah tahun 2000 saya kira sudah terlalu tua-lah. (masalah spare part) iya salah satunya itu,” terang Rendy. Baca juga Asal Ada Uang, McLaren Bisa Buat Mobil Sesuai Selera Pemesannya dan SAIC-GM Wuling Ditantang untuk Jadikan Indonesia Sebagai Basis Produksi di Pasar ASEAN.

Top