Jalan di Tempat, Pasaran Motor Prediksi Tak Ada Kenaikan 2016!

Angka Pasaran Motor Diprediksi Stagnan di Tahun 2016 – Angka penjualan keseluruhan dari pasaran sepeda motor untuk tahun 2016 mendatang diprediksi tidak akan mengalami kenaikan. Mengingat ketidakstabilan ekonomi yang menciptakan perolehan angka di tahun ini yang masih lebih kecil dibanding tahun 2014 lalu, menciptakan prediksi bahwa untuk tahun depan penjualan akan masih tetap sama dengan tahun ini apabila kondisi perekonomian masih dalam keadaan serupa.

angka-pasaran-motor-diprediksi-stagnan-di-tahun-2016

Hingga akhir tahun 2015 ini, angka penjualan sepeda motor dari seluruh produsen hanya berada di angka 6,3 juta sampai 6,5 juta unit saja di Indonesia. Jumlah yang tercatatkan di tahun ini bahkan lebih kecil dibandingkan dengan jumlah di tahun lalu yang sanggup mencapai perolehan angka 7,9 unit.

Bahkan Wakil Presiden I Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Johannes Loman menuturkan pada kutipan yang dilansir dari halaman news.okezone, Senin (14/12/2015),”Kalau pasar motor tahun ini kan sampai 6,5 juta unit, tahun depan juga sekira itulah,” ungkapnya.

Sedangkan untuk prediksi perekonomian tahun depan, Johannes mengakui sulit untuk memperkirakannya. Hal tersebut disebabkan karena adanya keadaan perekonomian global yang mengalami perlambatan, bukan hanya di Indonesia saja.

separator

Kemudian Johannes menambahkan apabila perekonomian secara global mengalami peningkatan, pasti angka penjualan juga meningkat. Karena dengan adanya ekonomi yang melemah di seluruh dunia, maka Indonesia juga akan terkena imbasnya.

Meskipun ekonomi dunia mengalami kenaikan di tahun depan, kenaikan yang diperoleh dari penjualan sepeda motorpun diprediksi hanya sedikit saja. Hal ini dikarenakan kenaikan tersebut, tidak terlalu dirasakan oleh para pelaku industri sepeda motor, sehingga untuk perbaikan angka penjualanpun hanya akan sedikit terpengaruh.

Hal tersebut juga dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang terjadi juga akan bertahap tidak semerta-merta langsung saja bertambah, sehingga proses kenaikan angka penjualan juga akan terjadi secara bertahap.

Terlebih lagi dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, tentu saja apabila nilai tukarnya stabil dan tidak naik-turun maka pertumbuhan juga akan lekas membaik. Karena nilai tukar tersebut juga yang akan sangat berpengaruh pada material-material impor. Apabila nilai tukar melemah dengan drastis otomatis angka penjualan juga akan menurun. Baca juga Mengintip Kondisi Pasaran Skutik Bernuansa Retro, Grand Filano dan Honda Tambah Line-up Motor Sport Entry Level dengan Merilis CB Hornet 160R

Top