AHM Ungkap Alasan Mengapa PCX Kian Tertinggal dari NMAX

AHM Beberkan Alasan Mengapa PCX Kalah Saing dengan NMAX – Dari data yang dirilis perihal penjualan sepeda motor pada bulan November 2015, tercatat terjadi penurunan angka penjualan motor di Indonesia sebanyak 9,84 persen dari bulan sebelumnya, dengan jumlah total penjualan sepeda motor secara keseluruhan ialah 565.066 unit. Dari data penjualan tersebut, juga terungkap jika skuter matik berbodi bongsor dari Honda yakni PCX terus mengalami penurunan penjualan.

AHM Ungkap Alasan Mengapa PCX Kian Tertinggal dari NMAX

Dirilis oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), tertulis jika penjualan sepeda motor big skutik Honda PCX hanya mampu terjual sebanyak 42 unit saja. Angka penjualannya sendiri terhitung menurun drastis jika dibandingkan sebulan sebelumnya, yang berhasil terjual sebanyak 453 unit. Ada apa gerangan?

Advertisement

Ketika dikonfirmasi mengenai lesunya penjualan Honda PCX, Deputy Head of Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM), Ahmad Muhibbudin, mengungkapkan alasannya. Menurutnya Honda PCX adalah barang impor CBU (Completely Bulid Up), sehingga untuk pasokannya di dalam negeri sangat tergantung dari pabrik yang membuat Honda PCX.

“Model itu (PCX) kan impor, jadi semuanya sangat tergantung dengan pasokan yang ada,” kata Muhibbuddin, seperti yang ditulis di laman VIVA.co.id, Rabu 16 Desember 2015 yang lalu.

Dia juga tak menampik jika lesunya penjualan Honda PCX tidak lepas dari kedatangan kompetitornya, yaitu Yamaha NMAX yang sedari awal memang disiapkan untuk menjadi penantang Honda PCX. Muhib mengakui jika saat ini konsumen memang memilih membeli big skutik dengan harga yang lebih murah.

“Saat ini, market memang sedikit sulit, karena skutik premium permintaannya tidak sebanyak skutik biasa,” imbuhnya.

Meski mengakui pangsa pasar Honda PCX sedikit terganggu dengan kedatangan Yamaha NMAX, namun Muhib berujar jika antara kedua motor tersebut menyasar pangsa pasar berbeda. Terlepas sebenarnya baik antara PCX dan NMAX, merupakan varian big skutik yang menggendong mesin berkapasitas 150 cc.

“Kami beda segmen, meskipun sama-sama memiliki kapasitas mesin 150cc. Bukan kompetitor (Yamaha NMAX), karena konsep berbeda, konsumen yang membeli juga sama. Karena, yang membeli PCX itu mereka yang ingin memiliki desain, teknologi, tampilan, dan kenyamanan lebih baik. Wajar bila harga PCX memang sedikit lebih mahal,” ungkapnya.

Dari data AISI, pada periode bulan Januari sampai November 2015, AHM berhasil menjual PCX sejumlah 3.845 unit, sedangkan YIMM berhasil membukukan angka penjualan untk NMAX sebesar 104.088 unit. Baca juga Yamaha R25 Masih Kesulitan Lawan Kawasaki Ninja 250R dan PT Kawasaki Motor Indonesia Sukses Melewati Tantangan Tahun 2015 yang Super Berat.

 

Top