Baru Masuk Babak Pertama, Go-Jek Harus Tinggalkan Medan!

Larangan Ojek dan Taksi Online Beroperasi di Indonesia, Telah Diresmikan – Setelah beberapa kabar beredar, kini telah resmi diumumkan oleh pemerintah terkait larangan operasinya layanan kendaraan online, seperti ojek dan dan taxi online. Bukan hanya Go-Jek yang baru saja mulai booming di kalangan masyarakat, bahkan layanan taxi online dan seluruh layanan transportasi online lainnya juga telah dilarang untuk beroperasi di Indonesia.

larangan-ojek-dan-taksi-online-beroperasi-di-indonesia-telah-diresmikan

Kementerian perhubungan menghentikan penyedia jasa layanan tersebut beroperasi karena dinilai tidak memenuhi ketentuan standar sebagai angkutan umum.

Aturan tersebut telah dipatenkan oleh Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam konferensi pers telah menjelaskan bahwa pelarangan itu telah tertulis dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/2/21/Phb/2015 yang telah disahkan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Johan, pada tanggal 9 November 2015 lalu. Begitulah laporan yang dilansir dari halaman Kompas Otomotif, Jumat (18/12/2015).

Kemudian pihak pemerintah juga menambahkan bahwa sebagai penyedia jasa yang dikategorikan dalam angkutan umum, ojek maupun taxi yang berbasis online ini pengoperasiannya tidak sesuai dengan peraturan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 yang membahas tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan.

separator

Kemudian, Djoko mempertegas hal ini, bahwa sebetulnya pihak pemerintah tidak mempermasalahkan perusahaan yang memiliki perusahaan startup. Namun, bisnis tersebut telah menimbulkan masalah baru apabila nantinya ditemukan adanya penggunaan dari kendaraan probadi yang beroperasi sebagai angkutan umum yang tidak memiliki izin juga tidak memenuhi peraturan secara hokum.

Berdasarkan surat keputusan yang beredar telah dinyatakan bahwa armada jasa angkutan online  yang mendapatkan larangan beroperasi diantaranya adalah Go-Jek, Go-Box, Grab-Bike, Grab Car, Blue-Jek, dan Lady-Jek. Secara otomatis izin operasi dari armada tersebut telah dicabut dan sama sekali dilarang beroperasi kembali di jalanan.

Lalu, bagaimana kelanjutan dari nasib Go-Jek dan jasa angkutan online lainnya? Apakah akan tutup begitu saja? Mengingat banyak masyarakat yang telah benar-benar terbantu dengan adanya layanan ojek dan taxi online tersebut. Ataukah pihak pemerintah memiliki solusi lain yang akan memudahkan semua pihak? Baca juga Waspadai Obyek Tersembunyi yang Berpotensi Merusak Kendaraan Saat Banjir dan Cek Kondisi Ban Kendaraan Secara Berkala Sangat Penting di Saat Musim Penghujan

 

 

 

Top