VW Alami Penurunan Pertama Kalinya Akibat Skandal Emisi

Target Penjualan 10 Juta Unit Gagal  Akibat  Hantaman Skandal Emisi – Volkswagen, sebuah perusahaan otomotif ternama asal Jerman yang sejak tahun 2002 lalu selalu mendapatkan peningkatan angka penjualan, kini terpaksa harus menerima kepahitan yang disebabkan oleh skandal emisi beberapa waktu yang lalu. Kini, VW telah merilis jumlah angka penjualannya selama periode tahun 2015 dan hasilnya adalah angka tersebut menyatakan angla penurunan untuk pertama kalinya. Perusahaan yang mengibarkan merek kendaraan premium Audi dan Porsche ini mengalami penurunan sebesar 2 persen dari tahun sebelumnya . Di tahun 2015, VW hanya berhasil meraih angka sebesar 9,93 juta unit.

target-penjualan-10-juta-unit-gagal-akibat-hantaman-skandal-emisi

Padahal, setahun sebelumnya pada tahun 2014 merupakan momentum paling membahagiakan bagi Volkswagen karena di tahun tersebut VW Group untuk pertama kalinya telah berhasil mendapatkan angka penjualan sebanyak 10,14 juta unit. Angka yang diperoleh pada tahun 2014 itu, merupakan rekor tertinggi penjualan sepanjang sejarah dari produsen mobil yang berlokasi di Kota Wolfsburg, Jerman.

Advertisement

Dari beberapa merek lain yang dibawahi oleh VW Group, angka penurunan terbesar yang diperoleh adalah sekitar 4,8 persen dengan angka sebanyak 5,82 juta unit. Penyebeb dari penurunan tersebut, yang pertama adalah dikarenakan kondisi pasar di China dan Amerika Serikat semakin melemah. Kedua pasar tersebut merupakan pangsa terbesar bagi produk Volkswagen Group sehingga kondisi ekonomi pasaran keduanya mnejadi penyebab yang cukup berpengaruh. Angka penjualan Volkswagen di pasar China mengalami penurunan sebesar 3,4 persen sehingga menjadi 3,55 juta unit saja.

Selain karena adanya perekonomian yang lemah, menurunnya angka penjualan juga merupakan salah satu dampak yang disebabkan oleh skandal emisi. Lagi-lagi kasus tersebut kembali memunculkan dampak baru yang menurunkan popularitas perusahaan, sehingga segala ekspektasinya mengalami kegagalan.

Seperti diketahui, kasus tersebut pertama kalinya terbongkar di Amerika Serikat yang merupakan salah satu pasar terbesar VW,  untuk itulah skandal ini menjadi pukulan besar bagi perusahaan.

Bahkan menanggapi hal ini, Matthias Muller selaku Chief Executive VW Group menyatakan dalam kutipan pada Reuters yang dilansir dari halaman news.okezone, Senin (11/01/2016),”Kami harus bisa menangani situasi di pasar global di mana tren semakin bercampur aduk,” ujarnya.

Meskipun begitu, keunggulan VW tetap harus diakui karena di tengah-tengah kasis yang menjeratnya, angka penjualan mobilnya di Eropa masih sangup memberi kenaikan penjualan sebesar 2,5 persen. Baca juga Volkswagen Akan Meluncurkan Minivan Listrik BUDD-2 Tahun 2019 Mendatang dan Toyota Telah Catat Angka Lebih Dari 9 Juta Unit Selama 10 Tahun Terakhir

Top