2016, Daihatsu Naikkan  Harga Hingga Rp 3 Jutaan

Sesuaikan Kenaikan BBN Daihatsu Naikkan Harga Kendaraan – Pergantian dari tahun 2015 ke 2016 memang menjadi sebuah babak baru bagi persaingan dunia otomotif. Tentu saja setiap produsen kendaraan banyak yang menghadirkan segmen dan strategi pemasaran baru untuk mensukseskan pasarannya untuk periode yang baru ini. Kali ini, para agen pemegang merek (APM) mobil hendak menaikkan harga jual. Begitu juga yang dilakukan oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Pemegang merek dari Astra Daihatsu memberikan kenaikan mulai dari Rp 1 s/d Rp 3 jutaan. Hal ini disesuaikan berdasarkan setiap model dan segmentasinya.

sesuaikan-kenaikan-bbn-daihatsu-naikkan-harga-kendaraan

Asal mula kenaikan harga dari APM ini disebabkan oleh adanya kenaikan Pajak Bea Balik Nama (BBN) dari semua brand setiap tahunnya. Kenaikan tersebut juga dikatakan berbeda untuk setiap modelnya, tidak disama ratakan.

Amelia Tjandra mengungkapkan dalam kutipan yang dilansir dari halaman KompasOtomotif, Jumat (15/01/2016),”Setiap tahun kita ada kenaikkan harga karena menyesuaikan dengan kenaikan pajak. Semua merek juga seperti itu. Masing-masing model naiknya berbeda, mulai dari Rp 1 jutaan hingga Rp 3 jutaan,” ungkapnya.

Kemudian Amel melanjutkan, untuk kenaikkan yang diberikan memang hanya mengikuti kenaikan pajak. Selain itu, tidak ada faktor lain yang memicu kenaikan harga.

Advertisement

Sesuai dengan peraturan Menteri Perindustrian Nomor 33 Tahun 2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangakau (KBH2). Untuk acuan harga minimumnya, yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebelumnya adalah Rp 95 juta. Apabila nantinya bisa direvisi, maka kemungkinan besar akan terjadi perubahan menyesuikan kondisi ekonomi.

Sementara acuan perubahan harga ini terdapat pada beberapa faktor seperti nilai tukar rupiah, inflasi serta kenaikan harga bahan baku. Mengingat kondisi ekonomi yang saat ini masih kurang stabil, maka penetapan kenaikan harga tersebut juga diprediksi bisa mengalami perubahan kapan saja.

Selain itu, badan pusat statistika juga menghimbau bahwa kenaikan tersebut yang paling utama adalah mengacu pada nilai tukar rupiah atas dollar AS adri Bank Indonesia yang kemudian dilakukan survey lebih lanjut mengenai perubahan harga dari bahan baku. Baca juga Daihatsu Tidak Menganggap Honda Sebagai Kompetitornya dan Datsun Terus Perkenalkan Diri Pada Konsumen

Top