Toyota Indonesia: Era Perdagangan Bebas Menjadi  Ancaman Atau Kesempatan!

Toyota Indonesia Tetap Mewaspadai Adanya Era Perdagangan Bebas – Seperti diketahui bahwa Indonesia telah memasuki era perdagangan bebas sejak tahun 2015 lalu. Sebagai manufaktur yang cukup diperhitungkan di Tanah Air, pihak Toyota Indonesia mengakui bahwa mereka tetap waspada dengan era persaingan bisnis yang telah memasuki babak baru tersebut. Pasalnya, dengan adanya perdagangan bebas maka persaingan juga akan semakin terbuka dengan Negara-negara lain dan juga mitra.

toyota-indonesia-tetap-mewaspadai-adanya-era-perdagangan-bebas

Menurut Wakil Preside Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), mengungkapkan bahwa adanya perdagangah bebas seperti FTA (Free Trade Area) yang mencakup adanya TPP (Trans Pasific Partnership) dan juga MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) kemungkinan bisa menjadi kesempatan atau bahkan ancaman bagi Toyota Indonesia.

Dalam kutipan yang dilansir dari halaman KompasOtomotif, Senin (18/01/2016),”Semua FTA seperti TPP, MEA dan yang lainnya bisa menjadi ancaman atau peluang buat kami,” ujar Warih Anda Tjahjono.

Menurut analisa dari Toyota Indonesi sendiri, Warih juga menyebutkan ada tiga buah tantangan besar yang harus siap dihadapi oleh industri otomotif dalam menghadapi era perdagangan bebas. Yang pertama, dalam melakukan pengembangan bisnis harus sejalan dengan pemerintah. Kedua, adanya perkuatan dan pengembangan dari infrastruktur yang harus dilakukan oleh pemerintah dan yang ketiga atau yang terakhir adalah pengembangan dari sumber daya manusia itu sendiri.

Ketiga tantangan yang harus dilalui itu, merupakan upaya agar dapat meningkatkan daya saing lebih baik di pasaran global. Untuk persoalan ini, masih terdapat beberapa faktor yang terkait seperti produksei dengan harga yang kebih terjangkau, kualitas yang lebih baik serta waktu pengiriman yang lebih cepat. Itulah faktor-faktor persaingan dalam sektor ekspor/impor.

Sementara itu, untuk sektor SDM yang juga merupakan bagian utama penentu pelayanan, maka untuk meningkatkan daya saing industri otomotif di Indonesia untuk tenaga kerja di lapangan harus menggunakan tenaga kerja yang berkualitas. Untuk itu, pihak TMMIN sendiri mulai merancang pendirian adanya kampus Akademi Toyota Indonesia (Toyota Indonesia Academy/TIA) untuk strate D1 jurusan Akademi Manufaktur Otomotif.

Hal tersebut guna mencetak lulusan yang kompeten di bidang automotif dan bersertifikat siap pakai. Itulah beberapa hal yang disiapkan Toyota Indonesia menyikapi adanya era perdagangan bebas. Baca juga Toyota Indonesia Terima Penghargaan Primaniyarta Berkat Peningkatan Prestasi Ekspornya dan Ekspor Toyota Indonesia Menggebrak Pasaran Otomotif di Asia Pasifik

Top