Helm SNI Belum Tentu Cocok untuk Digunakan Balapan

Helm Lulus SNI Bukan Berarti Aman untuk Balapan – Saat ini berdasarkan regulasi, Standar Nasional Indonesia (SNI) telah menjadi standar yang berlaku di Indonesia. Peraturan pemerintah mengenai SNI merupakan komitmen dari negara untuk menjamin kualitas mutu, standar mengenai produk-produk yang digunakan konsumen. Salah satu produk yang wajib untuk memenuhi standar SNI adalah helm. Sebab seperti yang kita ketahui, helm memegang peranan penting untuk keselamatan berkendara sehari-hari.

Helm Lulus SNI Bukan Berarti Aman untuk Balapan

 

Tetapi faktanya, meskipun helm yang kita gunakan sudah berstandar SNI. Tetapi ternyata hal tersebut bukanlah jaminan sudah aman digunakan di sirkuit balapan. Apalagi di Indonesia yang saat ini masih fleksibel terkait regulasi balapan atau juga sistemnya, tampaknya SNI belum bisa dijadikan acuan tepat mengenai standar keselamatan pebalap. Hal ini diungkapkan oleh Harry Suherman, selaku Presiden Direktur Cargloss.

“Helm motor ada yang dari plastik, ada yang dari fiberglass. (Produk merek) Arai adalah fiberglass tetapi super-fiberglass, bukan fiberglass yang buat bikin talang air. Kalau kami (Cargloss) buat yang plastik, hanya untuk lulus SNI saja, itu masih bisa. Tetapi Cargloss tidak mau helm-nya dipakai buat balapan,” kata Harry, dipetik dari laman Otosia, hari Selasa (26/1).

separator

Ia juga mengilustrasikan bagaimana kecepatan motor di sirkuit bisa meningkat dua kali lipat jika dibandingkan dengan jalan raya. Jika di jalan raya mayoritas pengendara maksimal hanya bisa memacu kendaraanya sampai 120 km/jam, maka di sirkuit pengendara bisa memacu kendaraannya hingga 160 km/jam ke atas. Sehingga dengan perbedaan kecepatan di dua area tersebut, bisa menghasilkan perhitungan secara joule yang berbeda saat terjadi benturan.

Mengenai perhitungan joule, hal ini biasanya dijadikan patokan dalam menentukan sebuah helm bisa lolos uji SNI atau tidak. Sebab kebanyakan pabrikan helm menghitung kekuatan helm dari satuan joule. Prosesnya adalah dengan dijatuhkan dari ketinggian 3 meter. Sedangkan untuk helm luar negeri justru lebih tinggi lagi yakni 3,38 meter.

Tidak hanya dijatuhkan, sebuah helm juga akan diuji dengan dibebani benda seberat 5 kilogram. Tahap selanjutnya helm yang sudah lolos uji SNI harus melalui uji tusuk untuk memastikan helm tersebut juga tahan benda tajam. Baca juga Onirika 2853 Hasil dari Produsen Pelumas Motul yang Digunakan untuk Kegiatan Sosial dan Bos Mercy  Apresiasikan Kontribusi Google dan Apple di Dunia Automotif.

Top