Ford Hengkang, Pasar Otomotif Tak Terganggu

Gaikindo: Hengkangnya Ford Tak Berpengaruh Besar – Bagai petir di siang bolong, keputusan Ford untuk angkat kaki dari Indonesia memang mengejutkan banyak pihak. Berita hengkangnya Ford dari Indonesia pun sudah sampai ke telinga Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Meski cukup mengagetkan, namun Gaikindo tetap percaya bahwa hengkangnya Ford dari Tanah Air tak akan berpengaruh besar ke pasar otomotif domestik.

gaikindo-hengkangnya-ford-tak-berpengaruh-besar

Tak hanya di Indonesia saja, sebenarnya Ford juga menghentikan semua kegiatannya di Jepang per tahun ini karena mereka menganggap pasar otomotif Indonesia dan Jepang tak memiliki profitabilitas. Menanggapi hal ini, Gaikindo pun angkat bicara dan menganggap keputusan hengkangnya Ford tak akan berdampak besar pada industri otomotif Indonesia.

“Ya hak mereka. Tapi dipastikan ini tidak akan berpengaruh besar,” kata Ketua III Gaikindo, Johnny Darmawan, seperti dilansir dari laman Liputan6.com, Selasa (26/1).

Lebih lanjut, Johnny menambahkan bahwa memang Ford tak hanya menghentikan operasionalnya di Indonesia saja, namun juga di Jepang.

separator

“Yang saya tahu keputusan ini dibuat karena mereka lihat pasar nggak visible,” imbuh dia.

Ford sendiri memang tak mencatatkan prestasi gemilang sepanjang tahun 2015 yang lalu. Sepanjang tahun lalu, mengutip dari data Gaikindo, Ford Motor Indonesia (FMI) membukukan wholesale sebanyak 4.986 unit. Di Indonesia, pabrikan asal Amerika Serikat itu memasarkan model Focus, EcoSport, Fiesta, Everest, dan juga Ranger. Di Tanah Air, Ford hanya menguasai 0,6 persen market share saja.

Tiga kendaraan terlaris Ford sepanjang tahun lalu adalah Ford Focus Trend 1,6L yang terjual sebanyak 4.954 unit, Ford EcoSport yang terjual 2.713 unit, serta Ford Ranger yang membukukan penjualan sebanyak 1.315 unit.

“Ford juga sudah memberikan laporan terkait keputusannya ini ke ketua Gaikindo,” kata Johnny.

Sementara itu, terkait penghentian operasional Ford di Indonesia, pabrikan pun merumahkan tenaga kerja dari 44 jaringan penjualan Ford di seluruh Indonesia. Mereka turut jadi tumbal ganasnya industri otomotif nasional. Selain tenaga kerja dari jaringan penjualan, para punggawa dari jajaran Ford Motor Indonesia (FMI) pun juga bernasib sama, yakni harus terima nasih dirumahkan.

“Semua diberhentikan termasuk karyawan dan top management FMI yang sekira total 35 karyawan,” kata Direktur Komunikasi FMI, Lea Kartika, seprti dilansir Liputan6.com.

“Tidak ada yang ditarik ke regional”, ujarnya.

Ford memang tak mendapat angin baik di Indonesia.

“Ford melihat Indonesia tidak memiliki prospek yang menguntungkan secara berkesinambungan,” kata Lea.

Meski menawarkan beragam produk yang menarik, persaingan pada segmen yang dituju Ford memang sangatlah ketat. Misalnya di segmen low SUV (Sport Utility Vehicle) dimana Ford menjagokan EcoSport, di sana pula juga ada Toyota Rush, Mazda CX-3 dan sebentar lagi bakal kehadiran Honda BR-V. Meski mencatatkan penjualan yang cukup baik, namun EcoSport tak bisa menyelamatkan Ford. Daripada mati perlahan, Ford pun akhirnya memilih untuk keluar dari Indonesia dengan kepala tegak. baca juga Hengkang dari Indonesia, Ford Masih Tetap Menjual Produknya Hingga Beberapa Bulan ke Depan dan All new Land Rover Discovery Uji Jalan Bersalju dengan Bungkus Selubung.

Top