Ford, Korban Ketiga Ganasnya Industri Otomotif Indonesia

Ford, Korban Ketiga Keganasan Industri Otomotif Indonesia – Per hari Senin (25/1) kemarin, Ford Motor Indonesia (FMI) resmi menghentikan semua kegiatan operasionalnya di Indonesia. Pabrikan asal Amerika Serikat itu resmi mundur dari pasar otomotif Tanah Air dan menutup seluruh operasi mereka pada paruh kedua tahun ini. Pengumuman itu secara resmi disampaikan melalui website perusahaan, ford.co.id.

ford-korban-ketiga-keganasan-industri-otomotif-indonesia

Sebenarnya, bukan hanya di Indonesia saja Ford berhenti beroperasi. Semua kegiatan Ford di Jepang pun juga turut dihentikan. Hal ini karena Ford menganggap pasar Indonesia dan Jepang tak lagi menguntungkan bagi mereka.

Dewasa ini, penutupan kegiatan operasional sebuah pabrikan otomotif di satu negara bukanlah barang baru. Dan khusus untuk Ford, mereka bukan pabrikan pertama yang memutuskan untuk berhenti beroperasi di Indonesia. Sepanjang satu tahun ke belakang, beberapa pabrikan juga memutuskan untuk ‘cabut’ dari Indonesia. Beberapa ada yang berhenti beroperasi secara keseluruhan, ada juga yang beralih menjadi perusahaan distribusi.

Sebelum Ford, pada bulan Februari 2015 silam, PT General Motors Indonesia (GM Indonesia) memutuskan untuk menghentikan kegiatan produksinya di Indonesia, tepatnya di pabrik GM di Bekasi. Keputusan untuk menghentikan produksi ini tak lepas dari performa buruk Chevrolet Spin di segmen low MPV.

separator

Bahkan saat itu, Executive Vice President GM, Stefan Jacoby, yang bertanggung jawab di pasar Amerika, Eropa, dan Tiongkok mengakui bahwa pihaknya telah mengambil keputusan yang tidak tepat, alias salah strategi.

Selain Ford dan GM, pabrikan asal Negeri Jiran Malaysia, Proton, pun juga mengakhiri sepak terjangnya di Indonesia. Pada November tahun lalu, Proton memutuskan untuk berhenti beroperasi di Indonesia dengan efek pemutusan hubungan kerja (PHK) pegawainya secara besar-besaran.

Keputusan tersebut juga berkaitan dengan performa penjualan Proton yang tak terlalu memuaskan. Menurut data Gaikindo, wholesale Proton hanya 155 unit per Oktober 2015. Aktivitas distribusi dari pabrik ke dealer hanya terlihat pada Januari, dan itu pun jumlahnya hanya 63 unit saja.

Hengkangnya Ford dari Indonesia menambah jumlah ‘pemain’ yang akhirnya harus menyerah pada ganasnya industri otomotif Tanah Air. Persaingan di pasar otomotif Indonesia sendiri memang sangat ketat, meski sempat menemui titik lesu pada tahun 2015 yang lalu. Baca juga Gaikindo: Hengkangnya Ford Tak Berpengaruh Besar dan Hengkang dari Indonesia, Ford Masih Tetap Menjual Produknya Hingga Beberapa Bulan ke Depan.

Top