Ford Gulung Tikar, Konsumen Tetap Dilayani

Ford Pastikan Layanan Konsumen Tetap Dibuka – Ford Motor Indonesia (FMI) menjadi tumbal dari sengitnya persaingan industri otomotif Indonesia. Per Senin (25/1) kemarin, FMI memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan operasinalnya di Indonesia. Bila sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) sibuk dengan rencana peluncuran mobil terbaru, pabrikan asal Amerika itu justru mengangkat bendera putih.

ford-pastikan-layanan-konsumen-tetap-dibuka

Gulung tikarnya Ford Indonesia ini tentu membuat konsumennya harap-harap cemas. Lantas, bagaimana dengan nasib konsumen Ford di Indonesia?

Bagus Susilo, selaku Managing Director FMI memastikan bahwa layanan konsumen seperti penjualan, servis, dan garansi masih akan tersedia hingga tahun ini.

“Kami berkomitmen untuk menyediakan kesinambungan dukungan pelayanan servis dan garansi setelah kepergian kami dan akan menghubungi Anda lagi sebelum proses pergantian untuk memberitahukan mengenai pengaturan yang baru,” demikian tulis Bagus melalui keterangannya di laman resmi Ford Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ford memang memutuskan untuk menutup seluruh kegiatan operasionalnya di Indonesia. Selain di Indonesia, sebenarnya Ford juga berhenti beroperasi di Jepang. Pabrikan asal Amerika Serikat tersebut memutuskan untuk berhenti beroperasi di Jepang dan Indonesia karena mereka menganggap pasar di Indonesia dan juga Jepang tak memberikan keuntungan.

Lebih lanjut, Bagus menjelaskan bahwa FMI akan menutup seluruh dealership Ford dan menghentikan penjualan serta impor resmi semua jenis kendaraan Ford.

Keputusan hengkangnya Ford dari Indonesia memang cukup mengejutkan. Namun sebenarnya, jika melihat lesunya penjualan Ford di Tanah Air, keputusan tersebut cukup masuk akal.

Menurut data yang kami himpun dari Gaikindo, menunjukkan wholesale Ford sepanjang tahun 2015 lalu mencapai 4.986 unit. Di Indonesia, Ford memasarkan model Fiesta, EcoSport, Escape, Everest, dan Focus. Dari model tersebut, hanya Ford EcoSport yang berkontribusi paling besar dengan mencatatkan penjualan sebanyak 2.713 unit. Meski begitu, kontribusi maksimal EcoSport nyatanya tetap tak mampu menyelamatkan kelangsungan hidup Ford di Indonesia.

Hengkangnya Ford dari Indonesia menambah deretan pabrikan yang menyerah pada ganasnya persaingan pasar otomotif Indonesia. Sebelum Ford, pada tahun lalu General Motors dan juga Proton memutuskan untuk ‘cabut’ dari Indonesia akibat lesunya penjualan produk-produk mereka di pasar otomotif nasional. Baca juga Ford, Korban Ketiga Keganasan Industri Otomotif Indonesia dan Gaikindo: Hengkangnya Ford Tak Berpengaruh Besar.

Top