Hengkang dari Indonesia, Ford Buat Kesalahan

Pemerintah Sayangkan Hengkangnya Ford dari Indonesia – Pasca Ford Motor Indonesia (FMI) memutuskan untuk angkat kaki dari Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyayangkan aksi tersebut. Sebab menurut pemerintah, FMI masih memiliki potensi penjualan yang cukup baik di dalam negeri untuk ke depannya.

Hengkang dari Indonesia, Ford Buat Kesalahan

“Tentunya itu harus sedih. Kalau kami (pemerintah) sedihnya karena mereka (PT FMI) sedih. Mereka tidak memanfaatkan yang ada ini (potensi besar otomotif di Indonesia),”ungkap Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, Kementerian Perindustrian RI, I Gusti Putu Suryawirawan, dilansir dari laman Viva.co.id, hari Rabu (3/2).

Putu juga menambahkan kepergian Ford sangat disayangkan sebab pemerintah saat ini telah mengembangkan infrastruktur seperti pembangunan jalan tol di setiap wilayah, sehingga hal ini juga akan berimbas pada peningkatan penjualan kendaraan nantinya.

Tak hanya itu saja, Putu beranggapan sejak didirikannya FMI di Indonesia pada tahun 2002 silam, Ford terlihat sudah tak berniat untuk meokalkan semua produk mobilnya, baik secara keseluruhan ataupun satu bagian saja. Ford diungkapkannya, hanya ‘profit oriented’ dengan mengejar volume penjualan semata. Di Indonesia sendiri, jika hanya menggenjot penjualan saja jelas akan sangat sulit untuk berkompetisi. Hal itulah yang mendasari Ford akhirnya harus gigit jari akibat kesalahan mereka sendiri.

separator

“Ini bukan berarti pelajaran buat Indonesia, tapi Ford sendiri. Karena kalau untuk Indonesia, semua melakukan penambahan investasi, bahkan yang katanya General Motors tutup, bahkan sekarang datang dengan teman-temannya dari China untuk investasi yang lebih besar lagi,” imbuh Putu.

Putu mengilustrasikan Indonesia merupakan reperesentatif dari sebuah mall, sementara pabrikan adalah sebuah tenant. Kini mundurnya Ford, diibaratkan sebagai sebuah tenant kecil yang tak mampu bersaing dengan tenant yang lainnya. Sementara di Indonesia, kehilangan tenat kecil tak akan begiru berpengaruh, sebab ke depan juga ada tenant pengganti yang siap mengisinya.

“Kira-kira seperti itu. Yang tempatnya mungkin siap diisi tenant tetangganya yang mungkin bisnisnya akan berkembang. Perlu dicatat baik-baik, Ford tidak memiliki fasilitas produksi di sini. Dia jualan mobil di sini seperti jualan Ferrari, Lamborghini,” tutup Putu. Baca juga Honda Ridgeline Belum Pasti Datang ke Indonesia dan Toyota Motor Corp Hentikan Sementara Produksi Mobil.

Top