Jika Berdiam Diri, Ford Bisa Disanksi

Ford Terancam Sanksi Bila Tak Bertanggung Jawab pada Konsumen – Cerita hengkangnya Ford dari Indonesia memang terus menghiasi dunia otomotif Tanah Air selama lebih dari sepekan. Ekses yang ditimbulkan dari angkat kakinya Ford memang cukup banyak, salah satunya adalah nasib konsumennya di Indonesia. Ford Motor Indonesia (FMI) jelas tak bisa pergi begitu saja tanpa ada tanggung jawab pada konsumen. Apabila FMI lepas tangan, sanksi sudah pasti akan dikenakan pada mereka.

ford-terancam-sanksi-bila-tak-bertanggung-jawab-pada-konsumen

Ford Motor Indonesia memang telah menghentikan semua kegiatannya di Indonesia pada akhir Januari kemarin. Selain di Indonesia, pabrikan mobil asal Amerika Serikat itu juga menghentikan operasionalnya di Jepang.

Lebih khusus ke Indonesia, Ford memang telah menghentikan kegiatan bisnis impor, operasional mitra dealer, dan ritel per tanggal 25 Januari 2016 yang lalu. Namun hingga kini,  operasional masih berjalan dan baru akan berhenti total pada paruh kedua 2016.

Hengkangnya Ford dari Indonesia memang membuat konsumennya khawatir. Ancang-ancang FMI kesannya ingin pergi tanpa beban, kendati semua karyawan perusahaan importir ini terpaksa kena PHK. Sampai sekarang, bahkan belum ada kepastian tentang masa depan layanan perawataan dan garansi kendaraan Ford milik konsumen.

separator

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, mengingatkan, Ford bisa kena sanksi bila bertentangan dengan UU Perlindungan Konsumen. FMI memang terancam sanksi bila bertentangan dengan Undang-undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999.

“Mereka walau pergi tidak akan meninggalkan konsumennya, mereka harus bertanggung jawab karena kita punya UU Perlindungan Konsumen. Jadi, kalau orang mau berbisnis di sini enggak bisa seenak jidatnya begitu, pergi langsung ditinggalin, enggak bisa, ada UU di sini, pidana hukumnya, ini adalah negara hukum ada aturannya. Mereka harus punya tanggung jawab,” jelas Putu, saat ditemui awak media di Jakarta, seperti dilansir dari laman Kompas Otomotif (2/2).

Keputusan FMI untuk angkat kaki dari Indonesia memang sangat disayangkan. Meski tidak akan berpengaruh secara signifikan kepada pasar otomotif Tanah Air, namun nasih konsumen jelas harus diperhatikan. Baca juga Pemerintah Sayangkan Hengkangnya Ford dari Indonesia dan Toyota Motor Corp Hentikan Sementara Produksi Mobil.

Top