Mabua Harley-Davidson Resmi Mundur!

Akhirnya Harley-Davidson Menyerah dari Pangsa Pasar Indonesia – Setelah sekitar sepekan lalu terdnegar kabar bahwa PT Mabua Harley-Davidson (MHD) dan PT Mabua Motor Indoensia (MMI) diberitakan hendak menyerah, kini berita tersebut telah dibuktikan kebenarannya. Pasalnya kemarin tepatnya hari Rabu, 10 Februari 2016 perusahaan secara resmi mengumumkan penghentian distribusi dari sepeda motor merek Harley-Davidson.

akhirnya-harley-davidson-menyerah-dari-pangsa-pasar-indonesia

Pengumuman resmi dari Mabua tersebut dilakukan langsung di kantor pusat yang juga mnejadi showroom dari MHD dan MMI. Lokasinya di Ciputat Raya, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Pihak perusahaan secara resmi menyatakan kemundurannya pada kesempatan yang bersamaan dengan adanya Customer Gathering yang menghadirkan direksi serta sejumlah pejabat dari MRA Group, media juga beberapa perwakilan dari komunitas HOG dan HDCI.

Dalam sambutan yang diberikan langsung oleh Djonnie Rahmat selaku Presiden Direktur MHD dan MMI, pihaknya menuturkan bahwa sebetulnya beberapa tahun terakhir yang dilewati menjadi waktu yang sangat berat dilalui. Adanya kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, rupanya membuat perusahaan tak lagi mampu untuk menanggung kerugian terlebih lagi masalah ekonomi yang semakin pailit sebab menurunnya daya beli yangdiakibatkan oleh harga jual Harley-Davidson yang sangat mahal karena faktor pajak.

Dalam kutipan yang dilansir dari KompasOtomotif, Kamis (11/02/2016),”Dengan berat hari, kami mengumumkan untuk tidak lagi sebagai pemegang merek Harley-Davidson di Indonesia. Kami sudah berupaya untuk bertahan, siapa tahu kondisinya bisa berubah. Kami akan selesaikan segala sesuatunya sebaik mungkin dengan penuh tanggung jawab,” begitu ungkapan Djonnie saat mengumumkan kemundurannya.

separator

Djonnie kemudian menegaskan bahwa keputusan yang diambilnya tersebut murni karena bisni, tidak ada faktor lain apapun. Karena memang perusahaan tidak lagi mampu menanggung kerugian yang semakin berkepanjangan juga semakin besar. Hal ini akibat nilai tukar rupiah yang juga semakin menurun. Bahkan kerugian juga disebabkan oleh beban pajak mencapai 300 persen yang pada akhirnya mau tidak mau perusahaan harus membanderol harga yang sangat mahal untuk Harley-Davidson. Hal inilah yang menjadi penyebab utama merosotnya daya beli masyarakat.

Kemudain Djonnie menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih terhadap dukungan masyarakat dan konsumen terhadap Mabua sejak tahun 2007 silam hingga saat ini.

Lalu, bagaimana nasib Mabua berikutnya? Baca juga Suzuki Pangkas Karyawan Kontrak Setelah Penjualan Motor Turun dan PT Kawasaki Motor Indonesia Luncurkan Ninja 250 LTD

Top