Mitsubishi Rumahkan Ratusan Pekerja?

KTB Enggan Disebut PHK Ratusan Karyawan – Beberapa waktu belakangan memang tengah geger karena berdasar rumor yang beredar, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) telah melapor bahwa dua pabrikan Mitsubishi di Indoensia telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 200 karyawannya.

ktb-enggan-disebut-phk-ratusan-karyawan

Pilihan dari pemutusan hubungan kerja tersebut dilakukan oleh KTB terkait masalah rasionalisasi dari tekanan akibat menurunnya operasional. Namun, rupanya PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) enggan disebut telah melakukan PHK terhadap ratusan pekerja Mitsubishi Indonesia di PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM).

Melalui keterangan yang disampaikan secara resmi oleh KTB seperti dikutip dari KompasOtomotif, Rabu (17/02/2016) mengatakan bahwa KRM hanya melakukan Early Retirement Program (ERP) atau yang sering disebut dengan program pensiun dini (pendi). Program ini ditawarkan secara langsung terhadap karyawan dan sifatnya sukarela tanpa adanya paksaan sedikitpun dari perusahaan.

Dari adanya program ERP ini, karyawan yang melakukan pensiun dini mendapatkan benefit yang cukup baik dan pantas tidak sama dnegan isu-isu yang beredar sebelumnya. PT KRM sendiri tercatat mempekerjakan sekitar 1.800 orang karyawan. Dari jumlah tersebut karyawan yang mengambil ERP ini sekitar 183 orang, sehingga saat ini total karyawan yang tersisa adalah 1.600 orang. Jadi apapun yang diberitakan beberapa waktu ini merupakan isu belaka.

separator

Program yang diberlakukan oleh KTB ini juga dilatarbelakangi oleh penurunan atas permintaan jumlah kendaraan secara nasional. Seperti diketahui bahwa PT Krama Yudha Ratu Motor yang merupakan bagian dari Krama Yudha Mitsubishi Group yang memiliki bidang usaha sebagai pabrik perakitan kendaraan produksi Mitsubishi Indonesia.

Kendaraan yang dirakit pada KRB diantaranya yaitu kendaraan niaga seperti Colt Diesel dan Fuso, kendaraan niaga ringan seperti Colt L300 dan Colt T1 120ss, juga kendaraan penumpang seperti outlander Sport.

Mitsubishi sendiri juga menyatakan bahwa informasi adanya ERP tersebut tidak akan berpengaruh terhadap penjualan serta purna jual yang prima dari Mitsubishi di Indonesia.

Langkah ERP yang dilakukan oleh Mitsubishi juga dilakukan untuk menghindari adanya PHK apabila nantinya jumlah permintaan tetap tidak sesuai target atau mengalami penurunan terus menerus. Karena memang program pensiun dini ini lebih baik daripada PHK dari segi benefitnya. Baca juga Mitsubishi Fuso Tetap Jadi Market Leader di Segmen Kendaraan Niaga di Tahun 2015 dan Mitsubishi Bakal Gebrak Pasaran dengan LowMPV di 2017

Top