Bagaimana Kejelasan Status Diler Ford di Indonesia?

Hingga Kini, Status Diler Ford di Indonesia Masih Menggantung – Setelah beberapa waktu lalu Ford Motor Indonesia (FMI) mengabarkan akan segera menutup operasi di tahun ini, rupanya hal tersebut tidaklah semudah ekspektasi. Pasalnya, buntut dari lepas tangan FMI sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) juga akan berpengaruh pada nasib diler-diler yang telah beroperasi di seluruh Indonesia.

hingga-kini-status-diler-ford-di-indonesia-masih-menggantung

Ford sendiri memang telah memiliki total 44 diler yang telah menjalin kerja sama. Lantas, apabila FMI begitu saja melangkah mundur tanpa memberi pengganti, maka nasib dari ke-44 diler tersebut akan terkatung-katung dan tak berhak lagi mengakui statusnya sebagai Ford. Padahal, diler-diler tersebut juga merupakan service pelayanan juga penyedia suku cadang dari mobol-mobil yang telah berada di tangan konsumen.

Dalam keterangannya, Nugroho Suharlim selaku Chief Operating Officer Auti Kencana Group (AK) yang juga merupakan salah satu dari kelompok diler terbesar di Indonesia seperti yang dilansir dari halaman KompasOtomotif, Senin (29/01/2016). Pihaknya mengatakan bahwa, sistem diler Ford itu sejenis dengan konsep bisni secara franchise. Apabila pemegang hak jual menghentikan statusnya, maka otomatis seluruh operasi bisnis tersebut juga harus dihentikan.

Sementara kondisi demikian, tentu saja akan sangat berpengaruh pada layanan konsumen seperti yang telah disinggung yang meliputi servis, suku cadang, juga garansi. Lalu, tanpa adanya ATPM maka konsumen juga akan kehilangan acuan resmi dari kendaraan yang dimilikinya. Nah, kalau begitu saat Ford milik konsumen rupanya bermasalah, harus kemanakah mereka mencari solusi?

separator

Disamping itu, AK sendiri memiliki total 19 diler dari berbagai merek yang merupakan hasil kerja sama dan salah satu porsi yang terbesar adalah diler Ford yang berjumlah 10 unit dan tersebar di seluruh Indonesia. Hingga kini, nasib ke 10 diler tersebut masih diam di tempat. Nugroho sendiri juga mengatakan sebetulnya satu diler Ford telah siap beroperasi, namun karena status tersebut akhirnya perusahaan meutuskan untuk tidak membukanya terlebih dahulu.

Dari nasib diler-diler tersebut yang masih belum jelas, maka sangat terlihat bahwa keputusan FMI untuk hengkang dari Indonesia terkesan buru-buru tanpa mempersiapkan rencana selanjutnya terkait nasib dari pihak-pihak yang sebelumnya telah digandeng.

Hingga kini FMI sendiri masih belum mengkonfirmasi apapun terkait permasalahan tersebut. Baca juga Ford Terancam Sanksi Bila Tak Bertanggung Jawab pada Konsumen dan Pemerintah Sayangkan Hengkangnya Ford dari Indonesia

Top