Terbentur Regulasi, Outlander PHEV Tersendat Masuk Indonesia

Peluang Toyota PHEV Masuk di Pasar Indonesia Kian Tipis – Sebelumnya salah satu ATPM kendaraan roda empat di Indonesia, PT Krama Tiga Yudha Berlian Motor (KTB), telah mengutarakan keinginan untuk merilis mobil bersegmen SUV terbarunya yaitu  Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Hal ini dikarenakan banyak konsumen Tanah Air yang menginginkan Outlander PHEV bisa masuk di Indonesia untuk meramaikan pasar SUV yang saat ini mulai menunjukkan potensinya di industri kendaraan roda empat.

Terbentur Regulasi, Outlander PHEV Tersendat Masuk Indonesia

Sayangnya meski KTB sudah mengumumkan rencana untuk mendatangkan Outlander PHEV dari jauh-jauh hari, tetapi sampai saat ini hal tersebut urung terlaksana. Kendalanya adalah regulasi pemerintah Indonesia terkait masalah homologasi dan juga subsidi pajak.

Presiden Direktur KTB Hisashi Ishimaki sendiri juga menjelaskan peluang Outlander PHEV bisa masuk di Indonesia sangatlah tipis. Meskipun sejauh ini Mitsubishi sudah mengerahkan daya dan upayanya, namun belum juga menunjukkan hasil.

“Kami terus berusaha agar pemerintah mau memberikan insentif atau subsidi pajak, tetapi rasanya sulit. Jadi kemungkinannya kecil,” buka Ishimaki, dilansir dari laman KompasOtomotif, hari Kamis (3/3).

Ishimaki juga membeberkan jika selama ini pemerintah kurang responsif terhadap permintaan KTB perihal subsidi pajak. Menurut Ishimaki, seharusnya pemerintah sebagai pihak yang berkuasa bisa memberikannya, karena saat ini di negara lain pemerintahnya mau memberikan subisidi pajak untuk membuat harga jual mobil ramah lingkungan menjadi lebih murah.

“Kalau tidak diberikan insentif, harga jual di Indonesia akan sangat tinggi. Sehingga sulit untuk kita jual,” jelas Ishimaki.

Selanjutnya yang jadi kendala Outlander PHEV bisa masuk di Tanah Air adalah karena mobil ini memiliki dua sumber tenaga antara lain mesin 2.0L DOHC MIVEC yang dikombinasikan dengan motor listrik bertenaga baterai Lithium Ion berdaya 300 volt dan kapasitas 12 kWh.

Otomatis, tempat yang seharusnya dijadikan untuk ban cadangan digunakan sebagai baterai berposisi. Hal ini bertentangan dengan regulasi mengenai uji tipe pemerintah selanjutnya yang mewajibkan semua model di Indonesia harus memiliki ban cadangan.

“Regulasi ban cadangan juga menjadi masalah. Karena Outlander PHEV itu memang tidak memiliki ban cadangan. Jadi menurut saya sangat sulit sekali,” pungkas Ishimaki. Baca juga Diler Resmi Honda Bertambah Satu Lagi di Bekasi dan Lexus GS Baru Hadir dengan Perubahan Mesin Turbo.

Top