Formasi Baru Anti-Gelitik dari Mazda

Inovasi Anti-Knocking dari Mazda – Semua mesin karnot yang menerapkan teknologi piston tentunya sangat dekat hubungannya dengan masalah knocking. Masalah knocking ini lebih sering dirasakan sebagai getaran mesin yang tidak pas atau melempem padahal deru mesin digeber pada posisi gas pol. Masalah ini terjadi biasanya diakibatkan oleh kompresi mesin yang tidak seimbang. Kompresi mesin yang tidak seimbang ini akan mengacaukan timing pukulan piston di dalam mesin yang akan merembet pada timing-timing gerakan piston selanjutnya. Akibatnya? selain pembakaran yang tidak sempurna, dalam kondisi jangka panjang shaft piston bisa patah.

formasi-anti-gelitik-dari-mazda

Untuk masalah sebab, sebenarnya urusan knocking ini bisa disebabkan oleh berbagai hal. Sebagai contoh penggunaan bahan bakar dengan oktan yang tidak sesuai dengan kompresi mesin. Bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah tidak membutuhkan kompresi mesin yang tinggi. Sehingga apabila dimasukkan pada kompresi mesin yang tinggi, dapat menyebabkan bahan bakar terbakar sebelum waktunya. Bahkan ketika piston sedang posisi balik, masih bisa terjadi pembakaran. Hal ini akan menyebabkan gaya tolak-menolak yang menyebabkan energi mesin menjadi loyo. Dan parahnya apabila digunakan terus-menerus dapat membuat piston menjadi patah.

Advertisement

Untuk bahan bakar dengan oktan yang tinggi akan lebih sulit menguap. Sehingga apabila dimasukkan pada mesin berkompresi rendah cenderung terlambat untuk terbakar. Dalam kondisi sederhana, mesin akan mati karena tidak kuat untuk balik keposisi putaran awal. Dalam kondisi yang parah, bahan bakar yang terlambat terbakar itu akan menjadi residu yang akna membuat lecet dan macet pada piston.

Beda lagi urusannya dengan Mazda. Dengan teknologi Skyaktiv untuk membuat terbang semua kotak besinya, Mazda menerapkan kompresi mesin 1:13. Dengan kompresi mesin sekuat itu, tentunya semburan gas buangnya memiliki tekanan yang sangat tinggi padahal ukuran knalpotnya tidak dijadikan besar dengan berbagai pertimbangan. Ibarat pompa air dengan selang kapiler, tinggal tunggu waktu saja hingga pompa air tersebut meledak akibat tekanan yang dibuatnya sendiri.

Mengantisipasi hal tersebut, Mazda memberikan jalur buang dengan formasi baru yakni 4-2-1 menggantikan jalur 4-1 yang sebelumnya digunakannya. Jalur buang ini akan membagi saluran pembuangan polusinya menjadi dua kanal. Selanjutnya kanal tersebut akan digabungkan kembali emlalui ujung knalpot yang sama.

Dengan pembagian dua kanal tersebut, tentunya akan memberikan ruang tambahan bagi gas buang untuk memperingan kompresinya sehingga tidak akan kembali ke ruang pembakaran yang akan menyebabkan mesin knocking bahkan mati akibat CO2. Selain itu, jalur pembuangan disusun agak lebih panjang dari formasi 4-1 sebelumnya.  Kedua paduan tersebut menjadi andalan Mazda untuk mengatasi masalahnya. Baca juga Produk Honda Berbahan Bakar Hidrogen di Kirim Ke AS dan Maserati Bakal Terapkan Teknologi Autopilot pada SUV Lavente.

Top