Mirip Indonesia, Lampu Jadi Alat Keselamatan Berkendara

Lampu Diuji Karena Salah Satu Faktor Keselamatan Berkendara – Beberapa tahun silam, dunia otomotif sempat hangat dengan aturan pemerintah tentang kewajiban light-on pagi-siang-sore-malam untuk kendaraan roda dua. Tak hayal, kebijakan ini menuai pro dan kontra bahkan bisa dibilang sempat ada isu-isu miring terkait kebijakan ini. Jelasnya, secara semi resmi kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan berkendara utamanya dari kecelakaaan yang melibatkan kendaraan roda dua dengan asumsi kendaraan roda dua akan lebih mudah terlihat dari jauh dengan bantuan lampu kapanpun waktunya. Bahkan kebijakan ini pun disambut oleh produsen motor tanah air dengan tidak lagi membenamkan sakelar lampu di motor keluaran terbarunya.

mirip-indonesia-lampu-jadi-alat-keselamatan-berkendara

Nah, rasa-rasanya pemikiran itu jadi terdukung. Walaupun  tidak sama, namun Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) ternyata memiliki reason yang mirip-mirip untuk diterapkan pada kendaraan, dalam hal ini mobil. Dilansir dari VivaNews (31/03/2016) Institut yang memiliki kewenangan dalam bidang pengujian keselamatan ini beralasan bahwa lampu mobil memiliki peran yang sangat penting dalam kemanan dan keselamatan berkendara. Tentu saja, yang dimaksud oleh institusi ini adalah lampu depan mobil. Anggapannya, lampu yang terlalu terang atau yang terlalu gelap tentunya akan sangat berpengaruh di dalam berkendara yang dapat menimbulkan ketidakjelasan pandangan diri sendiri maupun menyilaukan pandangan pengendara lain. Tentu saja hal ini menjadi potensi besar terjadinya kecelakaan.

Lebih menarik lagi, ternyata dengan adanya teknologi leveling terhadap lampu depan, yakni teknologi untuk mengatur ketinggian dan sudut tembak lampu, IIHS malah lebih menyukai sudut yang dibawakan oleh pabrik. Artinya, anggapan saat ini, sudut bawaan pabrik secara umum lebih aman daripada sudut yang diatur sendiri oleh pengendara. Alasannya? Ternyata ditemukan hanya sebagian kecil orang saja yang akan sibuk untuk melakukan re-setting lampu depan yang memiliki fitur leveling. Sisanya akan malas untuk melakukan re-setting ke posisi normal. Hal ini malah cenderung membahayakan apabila tidak dikembalikan ke posisi semula padahal kondisi jalanan katakanlah tidak membutuhkan sudut penerangan yang khusus.

Sayang sekali bukan? Padahal biasanya fitur-fitur perubah arah tembakan lampu tersebut hanya ada di mobil kelas atas namun malah dikatakan kurang aman dibandingkan sudut standar pabrik. Hingga berita ini diturunkan pengujian ini sifatnya belum menjadi evaluasi yang akan menyebabkan suatu mobil dicap berbahaya untuk digunakan. Kita tunggu saja apakah nasib mobil internasional akan seperti motor di Indonesia? Baca juga Mio Z Jarang Isi Bensin dan Inilah Bocoran Tesla Model 3 yang Meluncur Hari Ini.

Top