Gaikindo Minta Pemerintah Beri Insentif Untuk Mobil Hybrid

Tanpa Ada Insentif, Penjualan Mobil Hybrid Tidak Akan Berkembang – Setelah ramai dengan komentar dari beberapa APM terkait mobil ramah lingkungan atau hybrid di Indonesia, akhirnya Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) angkat bicara. Melalui Ketua Umunya, Yohannes Nangoi, Gaikindo meminta pemerintah untuk memberi insentif terhadap kendaraan ramah lingkungan tersebut. Menurutnya, tanpa adanya insentif maka kendaraan ramah lingkungan dipastikan takkan bisa berkembang di Tanah Air.

tanpa-ada-insentif-penjualan-mobil-hybrid-tidak-akan-berkembang

 

Insentif tersebut diperlukan, karena Hybrid merupakan jenis kendaraan mahal. Jika tidak diberi insentif khusus, otomatis tidak akan ada yang berani memakai atau membeli mobil bermesin hybrid ini. Pada akhirnya, menurut Nangoi konsumen akan tetap menggunakan mobil konvensional.

Untuk bentuk insentif yang diharapkan tersebut, ia melanjutkan bukan hanya pajak saja tetapi juga kemudahan dalam mendapatkan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Seperti diketahui, memang saat ini proses untuk mendapatkan STNK terbilang cukup sulit dan prosesnya lama.

Dari kutipan yang dilansir melalui halaman Okezone, Jumat (01/04/2016) Nangoi mengatakan, “Insentif yang pas, contohnya mulai dari pajak, kemudian kemudahan-kemudahan lain seperti STNK dan segala macam itu. Memang saya tidak begitu berharap, karena di Indonesia tidak begitu semaju Jerman. Di Jerman itu kalau mobil tua malah makin mahal pajak STNK-nya, sementara di Indonesia makin tua makin turun sedangkan mobil baru naik terus,” Pungkasnya.

Pendapat tersebut juga diamini oleh Jonkie D Sugianto. Sebagai ketua 1 Gaikindo, pihaknya menuturkan, pemerintah nampaknya belum beranggapan perlu insentif untuk mobil hybrid.

Advertisement

Mobil hybrid sendiri sudah memang mahal dari pabriknya, hal ini dikarenakan mobil ramah lingkungan ini dibekali dengan dua buah mesin yaitu satu mesin menggunakan mesin konvensional biasa dan satu mesin menggunakan listrik. Untuk itu, perlunya insentif untuk mobil ini agar nantinya lebih mudah berkembang di Tanah Air.

Jonkie juga mencontohkan seperti Malaysia  yang sektor industri automotifnya terus berkembang untuk jenis mobil hybrid, hal tersebut juga tak lepas dari adanya insentif yang diberikan oleh pemerintah setempat. Dengan begitu harga jual mobil menjadi lebih murah. Baca juga Penyebab Pajak Mobil Hybrid di Indonesia Mahal dan Mitsubishi Indonesia Telah Siapkan Mobil Listrik Tinggal Menunggu Kebijakan Pemerintah

Top