Ikuti Nissan, Proton Ganti CEO

Seperti Kompakan Antara Nissan dan Proton – Setelah berita mundurnya Steve Ardianto sebagai Raja di Nissan Indonesia, berita menggemparkan tentang mundurnya CEO malah datang dari negeri seberang, Malaysia. Kali ini Vendor Proton lah yang menjadi objek pemberitaan. Walaupun kabarnya seperti dihembuskan sepoi-sepoi, tapi toh bau hujan tetap akan tercium sampai jauh, secara diam-diam ternyata Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad sudah mengundurkan diri sebagai CEO Proton semenjak tiga hari yang lalu.

ikuti-nissan-proton-ganti-ceo

Kemunduran Mahathir ini tentunya sangat mengagetkan. Karena berdasarkan catatan sejarah, Mahathir dikenal sebagai pendiri Proton ketika masih menjabat sebagai Perdana Menteri pada tahun 1983. Saat itu, Proton bernaung di bawah Khazanah Nasional yang merupakan lembaga milik pemerintah Malaysia yang khusus menangani investasi. Tentunya agak aneh sebagai founder kemudian malah hengkang dari kepengurusan ‘anak’ yang diasuhnya semenjak lahir tersebut. Entah alasan apa yang mendasarinya, yang jelas Mahathir sempat menjadi salah satu produsen mobil yang cukup populer di Asia maupun di Eropa. Tentunya itu adalah prestasi yang luar biasa dengan persaingan dunia otomotif yang bagaikan rimba.

Sayangnya, entah kenapa setelah kursi Perdana Menteri diestafetkan ke Najib Razak, penjualan Proton cenderung menurun. Menurut informasi dari berita yang diterbitkan The Strait Times, ada ketidakcocokan antara Najib dan Mahathir yang tentunya berimbas pada nasib Proton. Usul punya usul, ada semacam pernyataan yang dilontarkan Mahathir bahwa Pemerintah Malaysia lebih welcome pada investor asing yang ingin bermain di pasar mobil Malaysia.

Pernah suatu ketika Mahathir mengajukan pinjaman dana ke pemerintah Malaysia sebesar 1,5 miliar Ringgit, yang kurang lebih apabila dikonversikan kenilai mata uang Indonesia adalah sebesar Rp4,8 triliun. Ternyata, permohonan itu ditolak oleh Pemerintah Malaysia. Padahal, rencananya dana tersebut akan digunakan untuk menanggulangi kerugian Proton, yang menurut catatan mencapai Rp83,9 miliar per bulan.

separator

Terlepas dari sejarah yang telah terjadi, yang jelas untuk ke depannya, Proton sendiri sudah mengambil sikap dengan menunjuk CEO yang baru. Kabarnya CEO ini ‘anak lama’ Proton yang bernama Norzahid Mohd Zahudi. Menurut kabar yang beredar, nahkoda baru Proton ini akan mulai menjalankan tugasnya sebagai CEO pada 1 April 2016 yang lalu, berbarengan dengan penempatan CEO baru Nissan Indonesia. Sejarah karir Norzahid sendiri sebelumnya adalah CEO Proton Edar sejak Oktober 2014. Tentunya dengan pengalaman sebagai CEO di Proton Edar, pasti memiliki kapabilitas yang tidak dapat diragukan lagi. Nah, dengan pergantian CEO dua perusahaan mobil ini apakah akan berpengaruh banyak terhadap iklim dunia otomotif? Kita nantikan saja kiprak keduanya. Baca juga Agung Sedayu Group Hibahkan 8 Bus Baru Buat Transjakarta dan E-Speed, Skutik Unik yang Nyentrik dan Ramah Lingkungan.

Top