SMIDSY Dan Kecelakaan Kendaraan Bermotor

Hubungan Antara Motor Dengan Pengemudinya Dalam Kecelakaan – Entah sejak kapan kecelakaan di jalan raya adalah salah satu hal yang biasa terjadi. Walaupun tidak dapat dikatakan wajar karena sebaiknya tidak terjadi, tapi toh antusiasme orang untuk menanggapi kecelakaan kendaraan bermotor sudah berkurang daripada berbicara harga BBM naik/turun. Namun, antusiasme masyarakat awam yang demikian tidak menyurutkan para akademisi untuk tetap memberikan pandangan keilmuan agar hal tersebut dapat terhindarkan dengan sempurna.

smidsy-dan-kecelakaan-kendaraan-bermotor

Salah satu hasil riset dari akademisi tersebut adalah dengan dirilisnya teori SMIDSY. Teori ini adalah kepanjangan dari kalimat Sorry Mate I Didn’t See You yang dalam bahasa kita dapat diartikan, ‘Sori Sob, Aku Rak Ndelok’ alias saya tidak melihatmu tadi (di jalanan sebelum kecelakaan). Tentunya teori ini diberlakukan untuk kecelakaan non tunggal, karena melibatkan pengemudi yang melihat, dan apa yang dilihatnya.

Teori ini terakhir diamini oleh akademisi dari Monash University Accident Research Centre Motorcycle Case-Control Study. Hasil penelitian mereka dapat dijabarkan bahwa sebagian besar pengemudi ternyata baru mampu melihat objek (penyebab kecelakaan) di depannya dalam waktu sepersekian detik sebelum mampu merubah arah untuk menghindarinya. Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan, karena dalam waktu sesingkat itu, reflek lebih diutamakan daripada logika. Alhasil, sering kita temui pengemudi yang akhirnya celaka sendiri demi menghindari mencelakakan orang lain.

Nah, penelitian ini juga memberikan hasil yang menyatakan bahwa kondisi jalan yang tidak memadai hanya berperan dalam satu dari empat kecelakaan yang terjadi. Artinya, tiga dari empat kecelakaan disebabkan oleh pengemudi dan/atau pengguna jalan lainnya. Lebih lanjut, memang dalam dunia otomotif dikenal suatu pisisi yang dinamakan blind-spot. Apabila ditafsirkan, blind-spot ini aadalah titik buta pada kendaraan. Ibarat manusia, secara default titik buta manusia ada di atas dan belakang kepala serta sebagaian anggota tubuh bagian bawah. Nah diakrenakan kendaraan punya struktur gerak dan bodynya sendiri, akhirnya emmang tak dapat dipungkiri menjadikan blind-spot baru.

Secara standar, semua kendaraan bermotor akhirnya menggunakan spion untuk menanggulangi hal tersebut. Namun ternyata, bukan suatu kesempurnaan yang mutlak. Mungkin itulah sebebnya, beberapa vendor ternama mulai mengembangkan teknologi antisipasi kecelakaan yang mampu mendeteksi blind-spot ini. Rasanya memang jadi suatu pembenaran, bahwa manusia menciptakan alat untuk menutupi ekkurangan yang mereka miliki. Tapi tentu saja, setiap pengemudi di jalanan perlu lebih berhati-hati. Baca juga Isuzu MU-X 1,9 Liter Masih Dalam Proses Pertimbangan dan Yamaha, Nmax Sudah Dipertimbangkan.

Top