Jaga Persaingan Sehat, Suzuki Ogah Diskon

Disaat Vendor Lain Jor-Joran, Suzuki Tetap Konsisten – Mendongkrak angka penjualan sebagai bentuk penilaian kesuksesan suatu produk biasanya wajar dilakukan. Hal ini merupakan sahal satu teknik marketing tersendiri untuk dapat menguasai pasar, terutama pada produk-produk keluaran berikutnya. Tentunya, konsumen yang sudah merasakan dan terlanjur cinta pada suatu produk, bakalan ogah untuk coba-coba beralih ke vendor lain. Entah apakah hal ini berlaku atau tidak di dunia otomotif, yang jelas selalu saja ada data pembanding hasil penjualan produk-produk yang mereka gelontorkan setiap tahunnya.

jaga-persaingan-sehat-suzuki-ogah-diskon

Salah satu mekanisme menggenjot penjualan adalah memberikan diskon. Terang saja, prinsip ekonomi sudah berkata bahwa harga yang lebih murah akan menggerakkan konsumen untuk lebih ringan mengeluarkan dompetnya. Walaupun kenyataan plus secara akademik sudah dinyatakan seperti itu, nyatanya Suzuki punya falsafah berdagang yang tidak begitu sejalan dengan kaidah tersebut. Disaat vendor lain memberikan harga serendah mungkin itupun masih ditambah dengan diskon-diskon tertentu, Suzuki tetap diam tak bergeming menerapkan teknik marketing konvensional tanpa diskon.

Pasalnya, menurut Suzuki sebagimana dilansir pada laman Kompas (6/4/2016), diskon yang besar tersebut dapat merusak pasar. Terang saja, dengan adanya perang diskon yang akhir-akhirnya menjatuhkan harga jual dari produknya merupakan suatu pembuktian teknik marketing yang tak sehat. Bahkan, Yohan Yahya, Departement Head Sales and Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales mengatakan, kondisi tersebut kerap terjadi di segmen skuter matik kelas bawah. Bahkan biasanya hal tersebut dimanfaatkan vendor tersebut untuk membuat pasarnya sendiri. Konsepnya sebenarnya hal tersebut di larang. dan jelas imbasnya akan menyulitkan Suzuki sendiri.

Untuk masalah diskon ini, yang jelas dengan menurunkan margin keuntungan melalui akan membuat hitung-hitungan ongkos produksi dan segala yang menyertainya menjadi sangat sempit. Apabila terjadi margin eror, sangat berbahaya bagi kesehatan perusahaan pemberi diskon. Menurut pantauan Mas Sena, memang ada kalanya vendor menurunkan harga untuk membuat pasarnya sendiri. Bahkan terkadang bertujuan untuk menguasai pasar dan mengakibatkan matinya para pesaing pasarnya. Tindakan seperti ini tentunya akan mengakibatkan monopoli pasar di waktu yang akan datang, dan akan sangat berbahaya bagi kesehatan pasar otomotif di manapun itu. Ibaratnya, kalau sudah terjadi monopoli pasar, harga motor bebek 100 juta rupiah pun akan tetap dibeli oleh konsumen yang membutuhkan. Rasanya kita perlu mengapresiasi langkah tegas dari Suzuki ini. Baca juga Alasan Satria Karena Perusahaan Lokal dan Daihatsu Tawarkan Promo Menarik di IIMS 2016.

 

Top