India Mempertanyakan Kualitas Mobil China?

Lagi, Kualitas Mobil China Dipertanyakan – Zaman dapat dikatakan sudah berubah. Dulu, segala macam produksi barang asal China selalu dipandang sebelah mata. Terang saja, dengan galaknya mass-production yang diterapkan negeri Tirai Bambu itu membuat Quality Control menjadi hal yang rasa-rasnya agak terlupakan. Lebih-lebih, beberapa produk skala pabrik ada yang dikerjakan secara home industry. Tentunya hal tersebut memang sangat mengkhawatirkan penggunanya. Terutama pengguna yang sudah kadung terdikte dengan aturan ketat produksi dari Eropa.

india-mempertanyakan-kualitas-mobil-china

Terlepas dari hal tersebut, suatu hal yang tak dapat dipungkiri bahwa produk China masih bertahan hingga saat ini. Bahkan hampir setiap benda entah mengapa malah cenderung bangga bertuliskan ‘Made in China.’ Sepertinya, kalaupun dikatakan kualitas kurang baik, produk-produk asal China tersebut masih bisa dibilang usable, setidak-tidaknya beberapa tahun. Dan toh, memang pasar sekarang tidak mematok keawetan hingga berpuluh-puluh tahun. Karena teknologi senantiasa berubah tiap tahunnya. Eksistensi China dalam industri produksi masal, nampaknya menjadi bukti pembenar yang tak terelakkan.

Mungkin sedikit beda cerita urusannya dengan mobil. Sebagai sebuah kendaraan, penggunaannya syarat hubungannya dengan nyawa manusia. Tidak ada kata coba-coba lagi untuk urusan yang satu ini. Sehingga konsen kualitas tidak dapat diabaikan lagi. Masalahnya, produk China sudah kadung punya rapot merah dimasa lalu terutama di India. Hal ini bahkan sempat dijadikan bahan tulisan oleh Economic Times (6/4/2016) yang menaytakan bahwa mobil-mobil buatan pabrikan asal China di India dipersepsi memiliki kualitas yang tidak bagus. Karena hubungannya persepsi, maka tarafnya sudah mengarah apda kesadaran batiniah konsumen yang dibangun dalam jangka waktu yang tidak sebentar.

Usul punya usul, tanggapan demikian muncul akibat rencana China mendirikan pabrik mobil di India. Dilansir dari Dapurpacu.com (6/4/2016), fasilitas produksi mobil tersebut rencananya akan dibangun di pusat industri di kota Pune yang dimotori oleh SAIC. Kabar lain menyebutkan, SAIC sedang berusaha untuk membeli pabrik yang dioperasikan oleh General Motors di Gujarat Barat. Hal tersebut semacam aji mumpung karena kabarnya, pabrikan Amerika tersebut berniat untuk menghentikan produksi di pabrik pada akhir Juni 2016.

Suatu hal yang jelas, pasar mobil di India sedang hangat-hangatnya. Data tahun 2015 menunjukkan, telah ada 5 juta unit mobil terjual di negeri tersebut pada kisaran waktu satu tahun. Tentunya hal ini tidak boleh dilewatkan SAIC apabila ingin mengekspansi bisnisnya lebih jauh. hanya saja perlu taktik jitu untuk merubah persepsi konsumen India terhadap mobil buatan China. Di India, konsumen ingin mobil yang banyak fitur, berkualitas, bagus, murah dan tentunya layanan yang luas. Bagaimana dengan Indonesia? Baca juga Toyota Mirai Berhasil Meraih Penghargaan World Green Car 2016 dan Dibalik Peyoknya Moncong Mobil

Top