Bebek Listrik ITS

Bebek Listrik ITS Masih Prototipe Sudah Keren – Demi berkontribusi nyata untuk bangsa,  ITS memberanikan diri untuk terjun dalam dunia Bebek Listrik. Walaupun sifatnya masih mitra dengan Garansindo Inter Global, rasanya kontribusi ini tidak dapat dipandang sepele. Pasalnya, teknologi kendaraan listrik untuk dasawarsa ke depan akan menjadi primadona yang tidak terelakkan lagi. Tentunya hal tersebut tidak akan terlepas dari akibat kelangkaan minyak bumi dan kesadaran manusia akan ekosistem dan lingkungan atas polusi udara semakin tinggi.

bebek-listrik-its

Kalau masalah konsep, karena memang ditujukan untuk pasaran, ITS tidak berani ambil langkah ekstrim untuk menjauhi wajah skutik BBM. Pasalnya, desain yang berbeda akan meneybabkan konsumen berpikir dua kali untuk beralih hati. Meskipun demikian, terakhir ITS membuat pembeda yang memang wajib hukumnya dalam dunia otomotif. Pembeda tersebut terletak pada lampu sein yang berbentuk garis, khas kendaraan futuristik.

Advertisement

Bebek yang digerakkan oelh tenaga baterai ini konon mampu menempuh perjalanan sejauh 100 km. Itupun nantinya perlu diisi ulang kembali selama 3 sampai 4 jam. Tentunya data tersebut bukan data kosongan di atas kertas. Karena bebek listrik yang satu ini sudah mulai diuji walaupun belum pengujian riil layaknya kendaraan yang siap ditembakkan ke pasaran. Untuk masalah pelek, diameternya tergolong besar di angka 17 inci yang tentunya sangat memengaruhi torsi yang dimiliki motor listrik yang satu ini. Pelek yang dipilih pun desainnya mirip dengan Kawasaki Ninja. Selain itu dibenamkan pula rem bertipe cakram, yang agaknya menjadi suatu penanda bahwa Bebek ini disiapkan untuk melaju kencang. Walaupund emikian, masih belum didapatkan informasi yang apsti kecepatan maksimal yang mampu diraih oleh bebek listrik ini.

Walaupun diaktakan sebagai bebek, nyatanya bebek listrik ini toh mengusung konsep transmisi otomatis mirip motor sekuter matik. Nah, pada tahap prototype sebelumnya, bebek listrik ini masih menggunakan rantai untuk penyaluran energi dari mesin ke roda. Sedangkan prototype terbaru, sudah menggunakan belt seperti Zero Motorcycles yang tentunya lebih ringan dan tidak memberatkan kerja mesin.

Menariknya, baterai yang akan digunakan bukan baterai tanam. Melainkan baterai yang dapat dicabut pasang. Alasannya lebih ke arah kepraktisan, karena pengguna akan dimudahkan dengan ‘membeli’ baterai baru ketimbang harus menunggu waktu charging. Baterai yang digunakan sendiri berkekuatan sekitar 7 kWh. Apabila dikonversi dengan tarif PLN aat ini yang berkisar pada angka Rp.1500,-/kWh maka untuk mengisi penuh bebek listrik ini dengan asumsi efisiensi 100% adalah Rp.10.500,- untuk 100 km. Bagaimana? Apakah lebih murah dengan bebek BBM? Kita nantikan saja. Baca juga Adakah Fungsi Baru Dari Headlight CBR250RR Nanti? dan Lagi, Kualitas Mobil China Dipertanyakan.

Top