Kemenkeu Belum Beri Kejelasan Terkait PPnBM Sedan

Pajak Penjualan atas Barang Mewah Untuk Sedan Terlalu Tinggi – Pangsa pasar sedan di Tanah Air memang tak begitu menarik untuk konsumen. Bukan tak menyukai kendraan jenis ini, namun harga jual sedan setelah masuk ke Indoensia terbilang sangat mahal. Hal ini karena untuk pengenaan pajaknya juga besar. Inilah yang menjadi faktor utama mengapa pasaran sedan di Indonesia sangat lesu.

pajak-penjualan-atas-barang-mewah-untuk-sedan-terlalu-tinggi

Diketahu, saat ini pengenaan PPnBM terhadap jenis kendaraan sedan jumlahnya adalah 30 persen. Angka tersebut dinilai masih terlalu tinggi mengingat harga awal sedan saja sebetulnya sudah mahal dari pabriknya. Di tambah pajak yang tinggi, maka setelah masuk ke Indonesia harganya jadi over.

Terkait hal ini, Johannes Nangoi selaku ketua umum Gaikindo mengatakan, bahwa pihaknya sudah sejak lama mengajukan permohonan untuk diberikan keringanan kepada Kementerian Keuangan, namun hingga saat ini masih belum ada kejelasan.

Advertisement

Berdasarkan kutipan yang dilansir dari halaman Kompas Otomotif, Sabtu (09/04/2016), “Diskusi ini telah dilakukan sejak sebelum saya menjabat sebagai ketua, tepatnya ketika kepemimpinan Pak Sudirman Maman Rusdi, Kemudian sampai saat ini statusnya masih belum jelas. Namun, hal tersebut nampaknya sudah jadi pembahasan di Kememkeu,” Ujar Nangoi.

Pihaknya lalu melanjutkan, bahwa dirinya percaya dengan diturunkannya PPnBM untuk sedan, di angka 10 persen dari 30 persen, akan membuat angka penjualan bisa meningkat. Ke depannya hal ini juga akan bagus untuk sektor industri penjulan sedan di tanah Air.

Menurutnya, jika saja bisa terealisasi akan memberi hal positif karena untk pasar sedan kecil untuk kapasitas di bawah 1.500 cc nantinya bisa naik. Apbila pasar domestik memberi respon bagus dan terbuka, maka bisa menarik investor masuk. Lebih dari itu, ekspor juga bisa semakin berjalan dengan baik.

Di samping itu, Menteri Perindustrian, Saleh Husin juga menyampaikan bahwa pihaknya juga tetap melakukan koordinasi dengan Gaikindo. Kendati demikian, terkait urusan permohonan penurunan PPnBM Kemenperin tetap mneyerahkan terhadap Kemenkeu.

Jika melihat dari Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2013 pada pasal 2 ayat 4 tertulis bahwa sedan berkapasitas sampai 1.500 cc memang dikenakan PPnBM sebesar 30 persen dan untuk segmen MPV atau non sedan berkapasitas 1.500 cc dalam pasal 2 ayat 2 hanya dikenakan pajak sebesar 10 persen. Baca juga Pajak Besar, Hyundai Enggan Bawa Sedan dan Mobil Hybrid Masuk Indonesia dan Mobil Sedan Kurang Diminati Masyarakat Indonesia 

Top