Awas, Pengendara Sienta Bisa Dipidana!

Peminang Toyota Sienta Perlu Re-Check Sebelum Pulang – Keluarnya varian mobil baru tentunya selalu menjadi momok tersendiri bagi pecinta otomotif di dunia. Ribut-ribut untuk perkara varian baru ini selalu saja sudah terjadi dari isu-isu yang beredar alias belum resmi diumumkan sudah ribut. Apalagi, ketika spesifikasi resmi telah tayang, dimulailah agenda spekulasi harga yang bergentayangan di setiap pemilik dompet tebal. Nanti, ketika rilis sudah dilakukan, menjadi ajang pembuktian atas keributan yang selama ini terjadi dan tidak dapat dibantah lagi.

awas-pengendara-sienta-bisa-dipidana

Hal-hal seperti itu lazim terjadi. Utamanya untuk tataran mobil yang terkenal berkualitas, malah terbilang aneh apabila konsumen sunyi senyap tanpa tanggapan atas isu yang muncul. Hal tersebut terjadi pula di varian MPV buatan Jepang, Toyota Sienta. Sebagai mobil yang sebelumnya sudah diterbitkan terlebih dahulu di Jepang, tentunya pecinta otomotif Toyota akan segera sibuk membandingkan perbedaan rasa antara Naruto dan Pak Somat tersebut.

Advertisement

Namun, pasca rilis ke pasaran, Toyota Sienta malah perlu mendapatkan perhatian khusus bagi para pembelinya. Pasalnya, Toyota Sienta di Indonesia memiliki 4 varian berbeda, yang dari 4 varian tersebut menawarkan 3 varian ukuran ban yang berbeda. Masalahnya, ban cadangan yang diberikan juga berbeda mengikuti varian tersebut. Dilansir dari Kompas (9/4/2016) ukuran ban Sienta untuk tipe E dan G adalah yakni 15 inci 185/60, untuk tipe V adalah 16 inci 195/50, dan untuk tipe Q adalah 16 inci 195/55. Sedangkan menurut brosur, ban cadangan disesuaikan dengan ukuran aslinya yakni 15 inci dan 16 inci.

Padahal menurut Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Umum jo. Pasal 47 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan dinyatakan ban cadangan dapat memiliki lebar tapak yang berbeda dengan ban yang terpasang pada kendaraan tersebut tetapi memiliki diameter keseluruhan sama. Pelanggaran atas ketentuan ini dapat dipidana dengan kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,-. Artinya haram hukumnya bagi Toyota Sienta untuk model E dan G tertukar ban cadangan dengan model lainnya.

Untuk itu, diharapkan setiap peminang Toyota Sienta memeriksa terlebih dahulu diameter ban cadangan sebelum meninggalkan showroom dealer. Takut-takut, baru jajal sehari MPV baru ini harus negerem dulu karena meringkuk sebulan di jeruji besi. Tentunya, adanya aturan tersebut memang untuk kepentingan keselamatan bersama. Karena ban yang jonjing, selain tidak bagus untuk kesehatan mobil, juga tidak bagus untuk kesehatan jiwa dan raga pengemudi dan penumpangnya. Baca juga Sienta Sampai Indonesia, Freed Apa Kabar? dan Toyota Sienta Jepang dan Indonesia Berbeda.

Top