Ford Dilarang Kabur, Konsumen Menggugat

Konsumen Tidak Terima Ditinggalkan Ford – Ford Indonesia akhirnya kewalahan menghadapi perbuatannya sendiri. Betapa tidak, setelah hengkang dari pergulatan otomotif Indonesia, kehilangan kepercayaan konsumen, kali ini malah digugat oleh konsumennya sendiri. Mungkin juga konsumen ini bisa disebut calon mantan konsumen Ford. Pasalnya dengan perginya Ford di Indonesia, semua konsumen memang layak takut gigit jari kendaraan roda empatnya menjadi bangkai akibat tidak menemukan sparepart yang asli.

ford-dilarang-kabur-konsumen-menggugat

Dilansir dari Kompas (12/4/2016), FMI digugat oleh konsumennya ke Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan. Penggugat mendalilkan FMI melakukan perbuatan melawan hukum apabila meninggalkan konsumen tanah air begitu saja. Tuntutannya sederhana, FMI harus segera menunjuk pihak yang akan bertanggung jawab dengan urusan layanan purna jual FMI di Indonesia. Kendati gugatan ini atas nama pribadi dan tidak dapat dijadikan dalil kepada seluruh konsumen Ford di Indonesia, namun setidaknya hasil putusan dengan akta perdamaian ini dapat memberikan informasi yang melegakan konsumen Ford. Dari sumber yang sama, berikut isi akta perdamaian tersebut.

Pasal 1

(1)    Tidak pernah merupakan niat dari Pihak II (FMI) untuk menutup, melakukan pembubaran atau mengakhiri operasinya di Indonesia atau melikuidasi atau mengalami likuidasi atas status badan hukum Pihak II, sebelum menunjuk pihak ketiga yang kredibel untuk melaksanakan kewajiban pelayanan purna jual garansi Pihak II di Indonesia dalam hal servis garansi, perawatan, dan perbaikan, dan ketersediaan suku cadang kepada pelanggan di Indonesia.

(2)    Pihak II berencana menunjuk pihak ketiga tersebut dalam ayat (1) selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2017 dan sementara itu akan tetap memenuhi kewajiban garansi pelayanan purna jual dan ketersediaan suku cadang melalui jaringan dealer yang ada atau dapat membuat pengaturan alternative yang layak.

(3)    Pihak ketiga yang ditunjuk oleh Pihak II akan melanjutkan kewajiban dan tanggung jawab Pihak II terkait pelaksanaan kewajiban pelayanan purna jual garansi di Indonesia dalam hal servis garansi, perawatan dan perbaikan, dan ketersediaan suku cadang kepada pelanggan di Indonesia.

Akta yang ditandatangani tersebut juga disaksikan oleh kuasa hukum Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan. Pasalnya organ negara tersebut juga dijadikan turut tergugat dalam kasus ini. Semoga saja kendati gugatan tersebut sifatnya dua arah, akta perdamaian itu memberikan impact pula kepada calon mantan konsumen Ford di tanah air. Sehingga akan menjadi titik terang terhadap masa depan Ford di Indonesia. Baca juga Dealer Ford Nusantara Wakili FMI Pameran dan Semarak IIMS 2016 Targetkan Angka Transaksi Mencapai Rp 2 Triliun.

Top