PPnBM Mobil Listrik Nol, Harusnya Lebih Murah

Masa Depan Mobil Listrik Di Indonesia – Indonesia sebagai negara berkembang semakin aktif dalam menghadapi isu-isu lingkungan. Utamanya masalah kendaraan yang emmang tidak dapat dipungkiri memiliki andil yang besar dalam kerusakan lingkungan. Walaupun tidak dapat dipungkiri manfaat dari kendaraan berbasis BBM memegang peranan yang besar atas peradaban manusia saat ini, realita lingkungan yang semakin hari semakin tidak bersahabat akibat emisi gas buang reaksi karnot pada mesin kendaraan terus menghantui masa depan manusia dalam waktu panjang.

ppnbm-mobil-listrik-nol-harusnya-lebih-murah

Untuk negara maju, planning-nya sudah terbilang jelas. Salah satunya dengan kehadiran mobil listrik. Kalau menengok keadaan tanah air, bisa dibilang perkembangan kesadaran ini cukup terlambat. Pasalnya, untuk menggodok aturan standar low carbon emission saja masih dalam tahap proses. Namun hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan pesimistis tentang kesadaran akan lingkungan di Indonesia. Buktinya, sebagaimana dilansir dari kompas (15/4/2016), Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, Yan Sibarang Tandiele menyatakan bahwa Pemerintah senantiasa menyupport kehadiran mobil listrik di Indonesia.

Salah dua tindakan pemerintah yang nyata tersebut adalah dengan menggunakan konsep pajak pertambahan nilai barang mewah yang berada pada kisaran nol persen. Sebagaimana diketahui, pajak pertambahan nilai barang mewah tersebut memang sering kali membuat orang ogah untuk melirik jajaran mobil kelas atas. Padahal, untuk masalah mobil listrik memang setidaknya wajar apabila ditempatkan dalam kategori barang mewah. Hal tersebut memang tidak dapat dipungkiri karena selain teknologinya masih terbilang baru, ongkos produksinya pun tidak ringan.

Salah satu dari dua yang lain tersebut adalah memberikan lisensi bagi para produsen mobil listrik yang mau bercokol di Indonesia. Produsen yang dimaksud salah satunya adalah PT Great Asia Link atau yang biasa disingkat dengan Grain. Ceritanyam perusahaan ini asli Indonesia dan telah memiliki izin sebagai industri untuk perakitan mobil listrik, plus memiliki izin laik jalan resmi. Pabrik Grain sendiri terletak di Surabaya, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi mencapai 80.000 unit per tahun.

Berdasarkan pantauan mas Sena, aturan dalam Pasal 11 PP 43/2011 menyatakan, ‘Perseroan yang seluruh sahamnya dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia wajib memakai Nama Perseroan dalam bahasa Indonesia.’ Dari aturan tersebut, nampaknya Grin bukan dipegang oleh orang Indonesia murni seratus persen. Hingga detik ini, belum ada konfirmasi mengenai status kepemilikan PT Grin tersebut. Baca juga Ajang IIMS 2016 Diikuti Enam Perguruan Tinggi di Indonesia dengan Menampilkan Mobil Listrik Buatan Mahasiswanya dan Tesla Model S Update Tanpa Grill.

  • syamsul arifin

    hebat Indonesia Bisa
    Bisa apa? Bisa Mbuat!
    Mbuat apa? Sepeda roda empat
    Apa itu? Mobil listrik!

Top