Keamanan Pesawat Akan Di Adopsi Ke Mobil

Fitur Pesawat di Dalam Mobil – Bisa dibilang, zaman keemasan untuk menciptakan mobil tercepat sudah berakhir. Tentunya, hal tersebut tidak terlepas dari pemahaman bahwa mobil adalah untuk manusia. Bukan sebaliknya, manusaia sebagai ekndaraan adlaha untuk mobil. Artinya mobil harus dibuat seaman mungkin bagi manusia. Bukan membuat mobil secepat mungkin memacu mesinnya. Walaupun demikian, tak mungkin diupungkiri mobil cepat adalah hal yang diidamkan setiap pecinta otomotif. Oleh karenanya pembuatan mobil harus mengedepankan dua aspek penting, cepat dan aman.

keamanan-pesawat-akan-di-adopsi-ke-mobil

Menyadarai hal tersebut, pengembangan fitur keamanan terus dikembangkan dengan belajar dari kesalahan. Nampak jahat memang, harus menunggu orang celaka baru belajar. Tapi nyatanya memang dari sini manusia mulai belajar lebih jauh tentang kemungkinan-kemungkinan buruk ke depan. Sehingga terpikirkan caranya untuk menghindari hal tersebut. Salah satu hal yang menarik dari perkembangan dunia kemanan otomotif adalah menyematkan fitur keamanan pesawat pada mobil.

Advertisement

Paslanya, sebagaimana diketahui oleh umum, fitur keamanan pesawat memang menawarkan tingkat keselamatan tingkat tinggi. Hal tersebut mengingat, fitur keamanan pesawat ditujukan selain untuk mengamankan penumpangnya juga untuk mengamankan orang yang tidak terbang di bawahnya. Karena kesalahan kecil pada pesawat, dapat menyebabkan pesawat jatuh dan mengakibatkan korban besar di daratan. Untuk itulah U.S. auto safety dan U.S. aviation regulators mengundang para vendor pembuat mobil ke joint summit yang rencananya akan digelar 22 April 2016 mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, nantinya akan dikaji sampai seberapa jauh fitur keamanan pesawat dapat dikaji untuk diterapkan dalam kendaraan roda empat jalanan tersebut. Sebagaimana dilansir dari autonews.com (15/4/2016), pertemuan itu akan berlangsung tertutup dengan dikomandoi oleh Mark Rosekind, selaku administrator dari National Highway Traffic Safety Administration dan Michael Huerta dari Federal Aviation Administration chief . Acara ini juga untuk menindaklanjuti kecemasan akan kecelakaan yang terjadi di jalan raya.

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa terdapat 18 vendor pembuat mobil yang telah sepakat secara sukarela untuk emngadopsi secara proaktif terkait fitur keselamatan. Sukarelawan tersebut akan mengadopsi secara prospektif segala fitur keamanan yang mungkin dapat diterapkan dalam produk otomotifnya. Hal tersebut harus diterapkan bukan karena ada suatu paksaan akibat telah terjadinya kecelakaan, melainkan sebagai tindakan preventif jatuhnya korban lebih banyak. Walaupun pertemuan ini masih bersifat awal di Amerika sana, rasanya bukan menjadi hal yang mustahil akan diterapkan di deluruh dunia selagi relevan untuk urusan keselamatan. Tentunya hal tersebut tidak lepas dari posisi Amerika yang masih menjadi kiblat perekonomian dunia hingga saat ini. Baca juga Honda, Bukan Hanya Pengguna Mobil yang Butuh Keselamatan dan Sistem Kemanan Baru, 2020 Mendatang Bakal Hadir Airbag Eksternal.

Top