Power Rangers WD-40

WD-40 Membelah Diri – Siapa tak kenal dengan WD-40? Sudah hampir dapat dipastikan, setiap pecinta otomotif pasti mengenal merek dagang yang satu ini. Bahkan bisa dibilang, belum sah gelar pecinta otomotif yang disematkan apabila belum merasuk ke dalam sanubari mengenai merek pelumas ini. Bisa dibilang pelumas yang satu ini lebih cocok disebut remason otomotif. Pasalnya, sudah dari dulu terkenal mampu mengobati segala macam penyakit seret pada logam-logam kendaraan. Bahkan, saking canggihnya produk ini, semua masalah seret macet yang tidak mampu dilakukan oleh tangan manusia langsung disemprot dengan cairan pelumas ini.

power-rangers-wd-40

Sayangnya, mungkin predikat remason harus segera ditanggalkan oleh produk ini. Pasalnya, dilansir dari dapurpacu.com (16/4/2016),  produk asal Amerika Serikat ini malah jadi membelah diri dalam lima varian. Walau masih tercatat dengan merek yang sama, nyatanya memang terjadi klasifikasi antar produknya. Detilnya, WD-40 sekarang terbagi menjadi pelumas untuk rantai; kampas rem; throttle body atau karburator; mesin dan belt. Tentunya pembagian lima varian itu disesuaikan pula dengan ramuan yang dibenamkan ke dalam setiap botolnya.

Alhasil, secara keseluruhan diklaim lebih efektif dalam menyelesaikan tujuannya sebagai pelumas untuk bagian-bagian tertentu. Kendati sudah dirasa lengkap, ternyata vendor terkenal yang satu ini masih saja asik meramu produk baru. Isunya, pelumas yang sedang digodok itu akan berfungsi sebagai injector cleaner. Katanya untuk menyesuaikan dengan pasaran motor yang sudah mulai berubah ke teknologi injeksi. Memang, apabila dilihat ke klasifikasi yang diberikan, rasanya memang sedang berfokus untuk mengalahkan pesaing pelumas-pelumas sejenis yang sudah beredar di pasaran.

Sayangnya, sebagai produk asal Amerika harga yang dibanderol memang sangat jauh dengan brand-brand lain di pasaran. Alasannya memang untuk menjaga kualitas bahan baku yang akan memengaruhi kualitas produknya. Walaupun tak bisa dipungkiri memang kualitas WD-40 bisa dibilang belum terteandini secara branding.

Hanya saja, mungkin perlu menjadi pertimbangan WD-40 untuk tetap mempertahankan varian all-in-one-nya. Tentunya, hal ini tidak lepas dari kesan remason yang sudah melekat pada branding yang dibuatnya. Khawatir dengan melakukan pengkhususan pada produknya tersebut malah konsumen lari mencari remason yang lain. Anggap saja yang semula dipaki untuk menyelesaikan masalah kunci seret menggunakna WD-40, sekarang harus menggunakan apa? Memang sangat diperlukan strategi marketing yang revolusioner namun tidak meninggalkan teknik marekting tokcer yang masih mantap berjalan. Baca juga Porsche Rasa Tiongkok dan Mr. Jackie, Sepeda Listrik di IIMS 2016.

Top