BMW Berhenti Jualan Varian Baru Di Amerika

Karena Airbag, BMW Berhenti Jualan – Kelas mewah dunia otomotif umumnya memang ditujukan untuk siapa saja yang memiliki kantong tebal. Selain menawarkan kemewahan penampilan fisik, jaminan dengan berdasarkan nama baik merk menjadi pilihan yang memberikan kepastian untuk orang yang super sibuk. Asumsinya, dengan membeli merk premium hasrunya tidak akan lagi dipusingkan oleh masalah-masalah konyol yang sering dialami oleh mobil low budget. Misalkan saja, kesalahan pabrikan. Hanya saja, saat ini asumsi tinggal asumsi saja.

bmw-berhenti-jualan-varian-baru-di-amerika

Dilansir dari europe.autonews.com (18/4/2016), BMW dikabarkan tidak akan lagi jualan mobil di Amerika Serikat. Walaupun tidak kemudian mandeg total, dapatlah dikatakan berhentinya BMW memang suatu kebenaran. Pasalnya, BMW akan menghentikan penjualan atas BMW 7-series terbarunya. Tentunya, produk baru yang rencananya akan menjadi tonggak kesuksesan akan membunuh diri sendiri jika tidak dijual.

Masih dilansir dari sumber yang sama, varian yang dimaksud adalah varian terbaru tahun 2016. Detailnya, 740i dan 750i keduanya memiliki dua varian yakni varian sedan dan xdrive sedan. Model ini sebenarnya sudah dikembangkan mulai tahun 2015. Tepatnya antara Juli 2015 hingga akhir Desember 2015. Alasan kenapa penjualan ini dihentikan yakni karena Pemerintah Negeri Paman Sam tersebut elah memberikan lampu merah terhadap produk tersebut.

Pemerintah melalui National Highway Traffic Safety Administration, telah memberikan ultimatum bahwa varian tersebut memiliki cacat pabrik dalam pembuatannya, tepatnya pada bagian airbag. Perangkat keamanan tersebut disinyalir memiliki kerusakan dari pabrikan pada bagian pengendalinya. Akibatnya airbag ini malah dituduh menjadi penyebab kecelakaan.

separator

Tercatat oleh NHTSA tersebut, setidaknya kerugian mencapai 80 ribu dolar amerika serikat. Apabila dihitung dalam angka rupiah kurang lebih sekitar satu milyar. Kerugian ini adalah penghitungan kasar dari biaya kerugian konsumen yang mengalami luka dan kecelakaan akibat cacat pabrikan tersebut. Satu hal yang jelas, selain menghentikan penjualan atas produknya tersebut, BMW harus siap untuk melakukan recall sebanyak 6,110 unit mobil di daerah US. Hanya saja, BMW belum memberikan konfirmasi apakah produk terbaru mereka yang sudah terlanjur keluar dari negeri tersebut akan ikut mengalami recall.

Kejadian ini memberikan informasi berarti bahwa mobil premium sekalipun bisa saja mengalami cacat pabrikan. Sebagai informasi, airbag yang digunakan oleh BMW disuplai oleh Continental AG. Agaknya, produsen otomotif dunia beberapa tahun ini kekurangan kontrol terhadap kualitas sehingga hampir selalu melakukan recall. Bukan saja merugikan konsumen, biaya recall juga akan memengaruhi kesehatan keuangan perusahaan. Baca juga Hanya Karena Sabuk Pengaman, GM Recall Chevrolet dan Sistem Start-stop Cacat, Ratusan Ribu Honda Jazz dan HR-V Direcall.

Top