Ford Lebih Memilih Thailand

Hengkang Dari Indonesia, Ford Eksis di Thailand – Tahun ini bisa dibilang menjadi tahun keguncangan Ford di dunia. Pasalnya, Ford Indonesia memutuskan hengkang di negara berkembang tersebut. Masalahnya semakin diperparah karena Ford sampai harus diseret ke pengadilan oleh konsumennya lantaran tak mau ditinggalkan begitu saja. Walaupun skalanya nasional di suatu negara, nampaknya eksistensi Ford di negara lain perlu diamati bersama. Bukan tidak mungkin, dengan alasan apapun Ford akan meninggalkan negara-negara lain di dunia.

ford-lebih-memilih-thailand

Sebenarnya, tidak jelas alasan Ford hengkang di Indonesia. Beberapa spekulasi menyebutkan satu hal yang pasti terjadia dalah kelesuan pasar yang mampu menyebabkan biaya operasional lebih besar daripada keuntungan yang didapatkan. Tentunya hal ini dapat saja dipercaya. Pasalnya, tanpa adanya pabrikan di Indonesia, pasaran Ford di Indonesia akan dipengaruhi oleh banyak biaya impor dan tentunya skala harga adalah skala harga impor. Padahal, pesaing-pesaing Ford di Indonesia sudah berlomba-lomba membangaun pabrik di Indonesia. Artinya memang secara gamblang, Ford bisa dikatakan kurang tepat strategi penguasaan pasaranya.

Advertisement

Beda di Indonesia, beda lagi di Thailand. Apabila penjualan Ford di Indonesia menunjukkan statistik yang mengerikan, di Thailand bisa dibilang menenangkan walaupun tidak dapat dikatakan berprestasi juga. Dilansir dari Kompas (19/4/2016), pasaran Ford di Indonesia pada thaun 2015 hanya sebesar 47,4 persen, dengah angka penjualan konkrit hanya 6.103 unit. Berbeda dengan Indonesia, di Thailand Ford mampu menjual 36.465 unit pada tahun 2015. Angka tersebut memang sebenarnya tidak menunjukkan prestasi, pasalnya jumlah unit sebanyak itu masih dikatakn turun 4.3 persen dari thaun lalu. Meskipun demikian, Ford berhasil menguasai pasar Thailand dengan lebih baik dengan peningkatan sebesar 4.6 persen.

Di tengah harga minyak dunia yang fluktuatif dan kehadiran mobil listrik, bisa dikatakan pasar otomotif mesin BBM memang mulai melesu. Sebenarnya dapat dikatakan wajar jika mengalami penurunan. Namun ternyata Ford mampu bertahan di Thailand. Tidak jelas apa jamu yang digunakan FOrd di Thailand, hanya saja Ford memang mengakui punya pabrik yang didirikan di Negara Gajah Putih tersebut. Bahkan jumlahnya hingga dua kompleks, pertama di Rayong, Thailandd yang dioperasikan oleh AutoAlliance Thailand (AAT). Pabrikan ini didata mampu menghasilkan 240.000 unit per tahun. Sedangkan pabrik yang lain dikomandokan oleh Ford Thailand Manufacturing (FTM) dengan kapasitas 180.000 unit per tahun. Bisa saja diasumsikan keberadaan pabrik tersebut yang membuat Ford mampu bersaing di pasar Thailand. Baca juga Konsumen Tidak Terima Ditinggalkan Ford dan Tak Mau Mengulangi Kesalahan, Ford Blak-Blakan.

Top