Mitsubishi Ikut-Ikutan Akali Uji Mesin

Nissan-Mitsubishi Beda Perhitungan Efisien – Akal-akalan pengujian seputar standar part tertentu produk otomotif ternyata tidak hanya dilakukan oleh produsen mobil di Eropa. Setelah kabar yang bisa dibilang memalukan muncul dari branding VolksWagon yang tentunya sulit dipercaya, kali ini vendor asal Jepang, Mitsubishi malah ikut-ikutan membuat berita yang kurang masuk akal. Sejarahnya, VolksWagon sendiri diberitakan membuat alat yang bisa mengakali hasil uji emisi yang membuat produknya lolos diterjunkan ke pasaran. Sayangnya, malang menghampirinya karena ketahuan oleh otoritas Pemerintah Amerika Serikat urusan lingkungan. Tentunya hal ini berakhir pilu karena harus berurusan dengan hukum.

mitsubishi-ikut-ikutan-akali-uji-mesin

Entah memang sengaja untuk mengulang sejarah atau memang kealpaan yang tidak seharusnya, yang jelas Mitsubishi mengaku salah. Pasalnya, Mitsubishi diberitakan telah memberikan datasheet produk yang berbeda dari produk yang dihasilkannya. Datasheet tersebut terkait uji efisiensi mesin terhadap konsumsi bahan bakar yang diperlukan. Dilansir dari Kompas (21/4/2016), sebanyak 625.000 unit mobil jebolan Mitsubishi dilaporkan mengalami datasheet yang berbeda dari produk yang dihasilkan. Angka tersebut tidak semua mutlak dikeluarkan atas nama Mitsubishi, pasalnya sebanyak 468.000 unit mobil bisa dibilang pesanan dari branding Nissan.

Padahal, produk yang diberitakan bermasalah tersebut merupakan varian populer di Jepang. Sebut saja Mitsubishi ek Wagon, Ek Space dan Nissan Day serta Dayz Roox adalah tersangka dari yang dibicarakan pada kasus ini. Sebenarnya semua berjalan damai dan tentram hingga Nissan iseng melakukan pengujian ulang terhadap produk yang dibuat oleh Mitsubishi tersebut. Hasilnya? Sudah dapat ditebak, Mitsubishi memberikan data yang lebih baik daripada hasil uji mandiri yang dilakukan Nissan.

Mendapati berita tersebut, pejabat Mitsubishi langsung mengadakan jumpa pers. President and Chief Operating Officer MMC Tetsuro Aikawa Mitsubishi menyatakan, setelah diselidiki, pengujian yang dilakukan Mitsubishi ternyata tidak benar karena tidak memberikan angka yang akurat. Metode yang dilakukan oleh Mitsubishi juga berbeda dari yang diwajibkan oleh hukum Jepang. Pernyataan tersebut ditutup dengan ucapan maaf atas nama Mitsubishi kepada semua pihak terkait terutama konsumen.

separator

Apabila ditilik kalimatnya, agaknya Mitsubishi tidak mengakui kejadian ini secara gamblang yang menyatakan kesengajaan. Tersangka kesalahan data tersebut malah ditembak kepada metode yang tidak sesuai dengan standar yang harusnya dilakukan. Tentunya pernaytaan ini malah memunculkan pertanyaan selama ini metode apa yang dilakuakn Mitsubishi untuk menguji produknya jika tidak mengacu pada hukum pabriknya didirikan? Baca juga Mitsubishi Segarkan Model Outlander Sport Untuk Pasar Asia dan Mitsubishi All New Pajero Sport Menjadi Produk Andalan KTB Dalam IIMS 2016.

Top