Terjerat Skandal Konsumsi Bahan Bakar, Menhub Jepang Minta Mitsubishi Terus Terang!

Menhub Jepang Minta Mitsubishi Terbuka Soal Skandal Konsumsi Bahan Bakar – Beberapa waktu lalu, di tahun 2015 publik diramaikan oleh skandal VW Group yang terjerat skandal emisi atau gas buang yang dimanipulasi. Kali ini kasus hampir serupa juga menjerat produsen mobil asal Jepang, Mitsubishi. Menanggapi kasus yang belakangan ramai dibicarakan, Menteri Perhubungan Jepang, memberi tanggapannya terkait skandal tersebut.

menhub-jepang-minta-mitsubishi-terbuka-soal-skandal-konsumsi-bahan-bakar

Seperti informasi Reuters yang dikutip melalui halaman Okezone, Jumat (22/04/2016) mengatakan bahwa Keiichi Ishii, selaku Menhub Jepang meminta kepada Mitsubishi Motors Corporation (MMC) untuk memberi respon terhadap kasus ini dengan integritas tinggi. Ia juga meminta Mitsubishi untuk mempelajari kemungkinan untuk membeli kembali mobil-mobil yang terjerat manipulasi konsumsi bahan bakarnya, jika konsumen menghendaki hal tersebut.

Selain itu, Menhub juga menghimbau pihak Mitsubishi untuk melaporkan hasil final atas temuan kasus tersebut dalam waktu seminggu. Bahkan, Menhub juga menunggu hasil tes konsumsi bahan bakar dari produsen mobil lainnya hingga tenggat waktu 18 Mei 2016 mendatang.

Pihak Mitsubishi sendiri, hingga saat ini diketahui masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Termasuk melakukan pengecekkan terhadap model lain, apakah ada lagi yang terkena dampak atas skandal manipulasi konsumsi bahan bakar itu. Namun, rupanya sejauh ini masih belum ditemukan adanya indikasi baru untuk produk global, seperti Outlander dan Pajero.

separator

Sementara menanggapi kasus ini, Head of MMC Public Relation Departement PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Intan Vidiasari memastikan bahwa saat ini tidak ada produk Mitsubishi di Indonesia yang ikut tersandung kasus yang terjadi di Jepang. Meski demikian, pihak KTB tetap menunggu laporan terbaru dari MMC.

“Kami cuma punya data yang sama dengan yang dimiliki media massa, yaitu press release dari MMC dan kami juga nasih menunggu hasil investigasi lebih lanjut dari Mitsubishi Motors untuk produk yang beredar di pasar global. Jika hanya mengacu pada press release yang ada, memang yang terlibat skandal hanyalah empat model minicar untuk pasar domnestik Jepang saja.” Ujar Intan, dikutip dari sumber yang sama.

Sebagai informasi, kini diketahui dari 625 ribu mobil yang terjerat skandal, adalah 468 ribu untuk merek Nissan dan 157 lainnya untuk produk Mitsubishi. Baca juga Nissan-Mitsubishi Beda Perhitungan Efisien dan Angka Penjualan Mobil Mitsubishi Turun Drastis

Top