Mitsubishi Palsu, Daihatsu Aman

Daihatsu Tidak Pernah Bohong Pada Konsumen – Akal-akalan produsen mobil terhadap spesifikasi yang dituliskannya sedang menjadi topik hangat di dunia internasional. Pasalnya, dari produsen Barat yang terkenal premium sampai produsen Timur yang terkenal ramah dikantong juga terkena tudingan ini. Entah standarnya yang terlalu berat untuk diraih, atau memang kepentingan keuntungan yang tidak pernah dapat dibantah. Satu hal yang jelas, otoritas terkait sedang menelusuri lebih jauh dan siap memberikan hukuman terhadap pihak terkait.

mitsubishi-palsu-daihatsu-aman

Ibarat kecipratan tudingan, kali ini Daihatsu malah disebut-sebut sebgaai target operasi selanjutnya. Sebagaimana dilansir dari Liputan6 (28/4/2016), tudingan ini lantaran Daihatsu bermain pada ruang kelas yang sama dengan Mitsubishi yang sedang terkena masalah. Mungkin logika sederhananya, apabila Mitsubishi saja tak mampu memenuhi standar, apakah Daihatsu kemudian mampu memenuhi standar tersebut?

Noriyoshi Matsushita, Senior Managing Executive Officer Daihatsu saat ditanya apakah mungkin perusahaannya terlibat kasus yang sama, dengan tegas menyatakan bahwa Daihatsu terbebas dari hal tersebut. Pasalnya, perusahaan tersebut selalu mematuhi aturan yang berlaku dan takut mencurangi konsumen.

Suatu jawaban yang bijaksana dan memberikan posisi tawar yang jelas antara Daihatsu kepada masyarakat. Jawaban ini mungkin juga dapat menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi di pasaran otomotif. Pasalnya, Daihatsu memegang pasar 30 persen di Jepang. Apabila Daihatsu memang tidak bermain kotor sebagaimana dikemukakan oleh Matsushita maka seharusnya perusahaan lainpun secara teknologi mampu menerapkan langkah yang sama dengan mematuhi peraturan yang berlaku. Selain itu, secara tersirat dapat diambil kesimpulan bahwa aturan emisi di Jepang tidak terlalu sulit untuk diraih oleh produsen pembuat mobil.

Memang nampaknya Daihatsu lebih memilih bermain aman ketimbang grasak grusuk mengambil keuntungan. Hal tersebut nampak jelas dengan dipercayanya Daihatsu sebagai salah satu supplier body dari perusahaan raksasa mobil Toyota. Bahkan kabarnya, Toyota telah membeli sebagian besar saham Daihatsu. Alhasil, secara teknis Daihatsu sudah berada di bawha ketiak Toyota. Agaknya lucu apabila perusahaan sekelas Toyota mau mengambil alih perusahaan yang bermasalah.

Di sisi lain, pencaplokan perusahaan biasanya lebih umum terjadi akibat masalah keuangan. Hal ini malah jadi kontra premis dari fakta yang ada. Pasalnya, bisa jadi akibat menuruti peraturan yang ada, Daihatsu jadi tombok banyak yangmengakibatkan harus memasrahkan dirinya dihadapan Toyota. Baca juga SUV FT Concept Bakal Meluncur Gantikan Daihatsu Terios dan VW Akhirnya Raih Prestasi Penjualan Terlaris di Dunia.

Top