Esemka Siap Masuk Pabrik

Penantian Panjang Esemka Akhirnya Terbayar – Pasang surut berita Esemka bukan suatu yang mengherankan lagi. Pasalnya, kehebohan branding ini malah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia yang menyukai kehebohan. Setelah heboh-heboh tersebut mulai mereda, tokoh dibalik mobil yang digadang akan menjadi mobil nasional ini adalah PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK). Namun apa daya, jika berjalan sendirian PT SMK tidak cukup kuat menghadapi pasar otomotif yang serba liar.

esemka siap masuk pabrik

Untuk itu, PT SMK menggandeng PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL). Kabarnya, setelah gandengan tangan mereka dinyatakan sangat mesra, nasib mobil Esemka semakin jelas. Dikabarkan dari Kompas (30/4/2016), beberapa varian mobil Esemka sudah masuk dalam daftar kendaraan yang sudah siap untuk diproduksi masal. Daftar ini diajukan oleh PT Adi Citraperkasa Esemka (ACE) yang merupakan badan hukum baru bentukan dari PT SMK dan PT ACL.

Advertisement

Dari sumber yang sama, Dewanto menyatakan bahwa Mobil Esemka sudah lulus pengujian semua. Saat ini tinggal menunggu proses sertifikasinya untuk selanjut disampaikan ke Kementrian Perindustrian. Janjinya, minggu depan semua proses tersebut sudah rampung dan mobil Esemka siap dikembangbiakkan. Saat ditanya jenisnya, Dewanto hanya memberikan kode ada 5 varian mobil Esemka yang dinyatakan lulus tersebut. Namun, hingga saat ini tidak ditemui kejelasan mengenai varian apa yang dimaksud Dewanto.

Kalau ditanya tempat perkembangbiakannya mobil nasional ini, pabrik ACE sendiri yang akan jadi tuan rumahnya. Infromasi yang beredar, saat ini ACE memiliki pabrik yang berlokasi di Boyolali, Jawa Tengah. Pabrik Boyolali ini dikabarkan memiliki luas 13 hektar. Kemudian ada juga pabrik yang dibangun di wilayah Cileungsi dengan luas sekitar 25 hektar lebih. Kedua pabrik tersebut diharapkan mampu menjadi basis produksi mobil Esemka.

Apabila masuk pabriknya saja baru minggu depan, kecil kemungkinan mobil nasional ini akan tiba dipasaran dalam waktu dekat. Tentunya, semua berharap mobil ini dapat menjadi identitas masyarakat Indonesia. Dalam artian, semua pemilik mobil di Indonesia, wajib membeli produk ini. Namun tentunya sangat wajar apabila masyarakat kembali akan melakukan penilaian terhadap produk otomotif yang beredar di pasaran. Satu hal yang jelas, timing penerbitan mobnas ini kudu jelas. Katakanlah, peluncurannya disandingkan dengan peluncuran Toyota Sienta di pasaran, dapat diprediksi sendiri bagaimana nasib mobnas yang suka timbul tenggelam ini. Baca juga Garansindo Siap Kembangkan Motor Nasional dan Mobnas Esemka Bakal Diracik di Pabrik Boyolali.

Top