Adakah Dampak Skandal Mitsubishi Di Indonesia?

Indonesia-Jepang Beda Regulasi Emisi – Bocornya skandal yang dilakukan Mitsubishi di Jepang ikut meriahkan pesta investigasi otomotif dunia. Katakanlah di bagian bumi barat sudah diduduki oleh VW, sedangkan bagian bumi timur diduduki oleh Mitsubishi sebagai pionirnya. Pasalnya, skandal manipulasi hasil uji emisi yang dilakukan kedua perusahaan tersebut, seakan mendorong seluruh pemerintah di dunia untuk menelaah ulang bau-bau mencurigakan dari model mobil lainnya. Bahkan produsen mobil lain, tak jarang ikut terkena imbas untuk diinvestigasi.

adakah dampak skandal mitsubishi di indonesia

Indonesia sebagai salah satu target pasar dari Mitsubishi logikanya ikut dalam hiruk pikuk investigasi pemerintah dunia. Bukan masalah ikut-ikutan, perkaranya manipulasi data yang dilakukan merupakan hal yang objektif untuk dapat dipertanggungjawabkan. Sayangnya, nampaknya logika tersebut tidak begitu kentara di tanah air. Buktinya hingga saat ini belum terendus pergerakan Pemerintah Indonesia untuk melakukan investigasi merek Mitsubishi di tanah air.

Advertisement

Usul punya usul, nampaknya regulasi tanah air berbeda dengan di Jepang. Dikutip dari Kompas (2/5/2016) Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Ishimaki selaku pemegang merek Mitsubishi di Indonesia menyatakan bahwa regulasi di Indonesia tidak mewajibkan merek untuk mendaftarkan klaim konsumsi bahan bakar, kecuali untuk kendaraan yang masuk dalam program Low Cost Green Car.

Menariknya, berdasarkan pengakuan Ishimaki, selama ini Mitsubishi tidak bermain di pasar Low Cost Green Car. Semuanya berkonsep CBU dan beberapa merupakan varian yang dirakit secara lokal. Saat melakuakn iklan pun tidak disertai dengan data konsumsi BBM sebagai alat penjualan.

Akibatnya, kemungkinan dampak negatif langsung yang terjadi antara Mitsubishi dan Pemerintah Indonesia rasanya tidak akan terjadi. Lain ceritanya dampak tidak langsung yang berasal dari negara asalnya Jepang. Pasalnya hingga saat ini investigasi yang dilakukan di Jepang belum menemui tahap akhir. Artinya belum dapat diperkirakan dampaknya akan seperti apa di Indonesia.

Apabila mengutip pernyataan tersebut, bisa jadi kedepannya Indonesia akan dijadikan target untuk penjualan mobil-mobil Mitsubsihi yang tidak memenuhi syarat. Itupun apabila hasil investigasinya menyebutkan demikian. Bukan tak mungkin, apabila produk melebihi permintaan, aturan ekonominya produsen harus banting harga. Tentunya, hal ini menjadi dampak ekonomi positif di Indonesia dengan mengesampingkan dampak lingkungan yang di bahas di negara asalnya tentunya. Baca juga Fiat Diselidiki Karna Masalah Emisi dan Skandal Emisi VW Group Masih Terus Berbuntut.

Top