2016 Nissan Pakai Senjata Lama

Zara Belum Punya Strategi Anyar – Diangkatnya Antonio Zara sebagai Presiden Direktur Nissan Motor Indonesia pada beberapa waktu yang lalu membawa harapan yang besar bagi semua pihak. Tentunya, bagi konsumen hal yang paling penting dalam suatu pembaharuan adalah model-model baru yang lebih memanjakan, berteknologi canggih, dan lebih ekonomis dari keseluruhan spesifikasinya. Hanya saja, mungkin untuk kasus Nissan Motor Indonesia saat ini, harapan itu tak bisa terkabul 100 persen.

2016 nissan pakai senjata lama

Dilansir dari Kompas (10/5/2016), secara tegas Zara menyatakan bahwa di tahun 2016 ini, Nissan tidak akan meluncurkan varian mobil yang benar-benar baru dengan mekanisme major change. Hal ini dikarenakan pada tahun ini, Nissan sedang bersiap untuk membesut model baru. Sehingga seluruh fokus dan konsentrasi lebih difokuskan untuk menyiapkan produk baru tersebut. Namun untuk mengisi celah pasar dalam masa penyiapan tersebut, Nissan tetap wajib meluncurkan produk-produk tertentu tentunya.

Taktik yang digunakan Nissan ternyata cukup apik. Pasalnya, tahun ini Nissan akan berfokus menjual model lama dengan pembaharuan. Tentunya dengan taktik facelift ini, baik sebagian maupun seluruhnya diharapkan mampu mengisi gap hingga nantinya Nissan dapat meluncurkan flagship terbarunya yang direncanakan untuk tahun 2017, 2018, dan 2019.

Salah satu produk yang digadang untuk tahun ini tak lain adalah Grand Livina 2016 yang kemarin (7/5/2016), diperkenalkan di Yogyakarta. Model ini selain menambahkan pilihan warna, juga menerbitkan varian baru yakni XV Highway Star yang lebih keren dibandingkan Livina sebelumnya.

Berdasarkan informasi tersebut dapat dibilang bahwa Zara memiliki visi jangka panjang untuk Nissan ke depan. Hal ini bisa dikatakan sejalan dengan pendahulunya yang menaytakan bahwa Nissan ingin merebut pasaran otomotif di Indonesia pada angka di atasi 10 persen pada tahun 2020. Apabila dilihat, visi ini tidak tergolong hal yang mudah. Pasalnya, hingga thaun 2015 kemarin, pasaran Nissan di Indonesia hanya berkisar pada angka 5.5 persen saja.

Dilansir dari sumber yang sama, informasi yang diberikan oleh Zara tersebut berlaku juga untuk afiliasi automaker macam Datsun dan Infiniti yang tidak jauh-jauh napasnya dari Nissan. Hanya saja, untuk masalah model masih menjadi misteri. Pasalnya, Zara sendiri masih enggan buka mulut yang memang wajar dari sisi marketing tidak baik apabila bocor sebelum waktunya. Hanya saja, Zara memberikan indikasi bahwa kelas yang akan di bawa Nissan untuk model misterius tersebut adalah MPV. Namun, Zara juga memberikan indikasi bahwa Nissan ke depan ingin dikenal sebagai pemain SUV. Baca juga Nissan Akan Kembangkan SUV dan Crossover di Indonesia dan Nissan Mempersiapkan Strategi untuk Mencapai Target 2018.

Top