Nissan di Bawah Zara Keluar Rp 250 M

CEO Baru Nissan Sudah Gunakan Dana Rp 250 M – Antonio Zara, CEO Nissan Motor Indonesia yang baru dikabarkan telah membelanjakan uang perusahaan sebesar Rp 250 M. Belanjanya cukup beralasan lantaran memang untuk kebutuhan perusahaan dalam menggapai cita-citanya ke depan. Bisa dibilang angan untuk menguasai pasaran setidaknya pada angka 10 persen memiliki nilai investasi yang mahal untuk ditabung mulai dari sekarang.

nissan di bawah zara keluar rp 250 m

Teknik investasi yang digarap Zara dengan mengorbankan Rp 250 M tersebut tidak lain untuk mengembangkan layanan purna jual. Hal ini sebagai dampak dari perluasan cakupan diler yang memang logis dilakukan apabila Nissan memang serius menggarap pasar otomotif di Indonesia sekaligus menjadi cadangan kebanjiran order lantaran produk All-New tengah digarap untuk ditembakkan berturut-turut di tahun-tahun ke depan.

Dilansir dari Kompas (11/5/2016), penghabisan dana 250 Miliar Rupiah ini digunakan untuk mendanai 3 tahapan proyek untuk perbaikan layanan purna jual. Tahap pertama dilakukan dengan meresmikan spare part center di Purwakarta, Jawa Barat. Hal ini sudah dilakukan pada bulan Januari lalu sebelum Zara menjabat sebagai CEO NMI. Untuk tahap kedua, baru akan direalisasi pada tahun 2017 dan yang ketiga baru akan tercapai pada tahun 2020. Kedua tahapan ini masih menjadi tahapan misteri lantaran belum ada bocoran informasi dari NMI.

Bagai peribahasa sekali tiga uang, penguatan branding Nissan tidak kemudian meninggalkan afiliasi brand lainnya macam Datsun. Zara menyatakan antara Datsun dan Nissan akan berjalan paralel dengan tujuan masyarakat akan lebih mengenal Datsun sehubungan dengan nama baik Nissan. Targetnya, untuk model terbaru mendatang setidaknya perlu cakupan 80 persen diler yang berperan aktif dalam strategi ini. Pasalnya saat ini, baru 60 persen wilayah Indonesia saja yang baru bisa dicakup oleh diler Nissan.

Jika melihat cita-cita Nissan ke depan, sebenarnya angka ini masih tergolong kecil ketimbang keuntungan yang akan didapatkan ke depannya. Tentunya, keuntungan tersebut baru dapat dicapai apabila angka 10 persen market sharing sudah berada di tangan Nissan sesuai dengan estimasinya saat ini. Tentunya, penggunaan 250 M Rupiah anggaran NMI oleh Zara secara teknis digunakan selaku kapasitasnya sebagai CEO. Kendati tidak semuanya merupakan buah dari tangannya lantaran belum menjabat pada Januari lalu, namun tongkat maraton selalu melibatkan sleuruh pemegangnya dan tidak dapat dipecah-pecah sehubungan tindak tanduk suatu perusahaan. Baca juga Zara Belum Punya Strategi Anyar dan Nissan Segera Luncurkan Crocssover Terbarunya di Pasar Global.

Top