Bocoran Zara Tentang Strategi Toyota

Ketika CEO Berkomentar tentang Merek Sebelah – Rimba otomotif merupakan pasar yang berat. Pasalnya, dalam rimba ini cenderung pemain lama seperti dimanjakan oleh konsumennya. Sedangkan pemain baru butuh lebih banyak ‘iklan’ yang menjual untuk membuat konsumen beralih hati. Tak heran, baik industri roda dua maupun roda empat di tanah air masih dikuasai oleh merek-merek sangar yang sudah bermain lama di tanah air. Kendati tidak menampik adanya suatu pergeseran, namun jelas, untuk industri ini merek masih menjadi idola masyarakat luas.

bocoran zara tentang strategi toyota

Kehadiran Toyota Sienta mungkin tak akan sepanas pemberitaan yang pernah terjadi beberapa waktu yang lalau apabila Sienta kehilangan nama Toyota pada barisannya. Hal ini kemudian menggelitik Zara untuk memberikan komentar atas peluncuran Toyota Sienta di Indonesia. Selaku pemain lama dalam industri otomotif global, tentunya komentar Zara tak bisa dianggap remeh.

Bagi Zara, peluncuran Toyota Sienta beberapa waktu yang lalu merupakan gerakan bagus dari Toyota sebagaimana dilansir dari Kompas (11/5/2016). Gerakan tersebut disebut-sebut mampu menumbuhkan segmen baru di dunia otomotif tanah air. Pasalnya, Toyota bisa dibilang market leader kendaraan roda empat di tanah air, sehingga semua tindak tanduknya akan menjadi parameter nberpengaruh di masyarakat, apapun bentuknya.

Lebih lanjut, Zara menyatakan bahwa strategi Sienta merupakan pengulangan strategi penjualan b10 tahun silam yang dilakukan oleh Toyota. Tersebut nama Avanza sebagai target operasi Toyota pada tahun 2004. Pasalnya Zara menjelaskan bahwa pada tahun tersebut, sebenarnya hati konsumen masih terpikat dengan branding Kijang yang di bawa oleh Toyota. Hal ini tak dapat ditampik, lantaran Kijang mampu bertahan hingga lima generasi di tanah air.

Untuk generasi kelima, Kijang berubah nama dengan Kijang Innova yang kemudian dibanderol dengan harga yang memiliki selisih lebih tinggi. Tentu, dengan harga yang lebih tinggi masyarakat akan berpikir dua kali bahkan tiga kali untuk membeli mobil. Untuk itu, diselipkanlah varian Avanza yang memiliki segmen harga yang lebih rendah. Hal ini berjalan mulus karena Avanza menggunakan nama Toyota di depan namanya.

Untuk kasus Sienta, Kijang Innova masih menjadi top layer untuk urusan harga. Bahkan saking atasnya, harga Innova semakin menjauhi Avanza sebagai down layernya. Untuk itu, Toyota Sienta disusupi di antara layer tersebut untuk menjadi middle layer. Sehingga bagi konsumen dnegan dana nanggung akan lebih memilih Sienta ketimbang kemahalan di Innova dan gengsi di Avanza. Baca juga Toyota Sienta Akan Melakukan Road Show di 7 Kota Besar di Indonesia dan Toyota Sienta Bersiap Tampil Sebagai MPV Indonesia.

Top