Ternyata Suara Memengaruhi Efisiensi Mesin

Ford, Kausalitas Suara dan Efisiensi Mesin – Berbicara masalah efisiensi mesin bisa dibilang menjadi topik hangat beberapa tahun ini. Pemikiran ini mulai berhembus santer pasca prediksi ilmuan mengenai habisnya minyak bumi sebagai sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui menjadi kenyataan lantaran sumur minyak satu persatu mulai padam. Tak ada yang bisa disalahkan, kecuali pihak-pihak yang enggan melakukan penghematan dalam hal efisiensi mesin yang detailnya perbandingan energi per bahan bakar yang digunakannya.

ternyata suara memengaruhi efisiensi mesin

Penelitian terus dilakukan untuk mendapatkan spesifikasi terbaik yang mampu memberikan output efisiensi lebih besar hingga nyaris sempurna. Namun nyatanya, terlepas dari spesifikasi teknis di laboratorium tersebut, masih banyak faktor X yang sangat menentukan tingkat efisiensi suatu mesin. Faktor X ini biasanya malah muncul ketika mesin menghadapi realita jalanan. Utamanya malah dari pengemudinya sendiri.

Walaupun mitos bahwa cara mengemudi akan memengaruhi kinerja kendaraan memang secara logis tak perlu dibuktikan, namun nampaknya untuk hal-hal yang sulit ditangkap memang perlu dikaji ulang. Pasalnya, ilmuan Ford menemukan bahwa terdapat korelasi yang jelas antara suara mesin dengan efisiensi mesin tersebut.

Sebagaimana dilansir melalui Kompas (11/5/2016), penelitian menunjukkan penurunan volume ruang  bakar memang menjadi kunci utama dalam menentukan keiritan suatu mesin. Karena memang untuk penggunaan standar, volume ruang bakar yang berlebihan tentunya akan menghasilkan tenaga yang berlebihan pula yang akhirnya tenaga tersebut tidak lain akan terbuang melalui rem lantaran kendaraan pasti akan berhenti. Selain mekanisme tersebut, sistem turbo charger yang menembakkan oksigen lebih banyak ke ruang bakar memang akan mengakibatkan pembakaran lebih sempurna sehingga rasio emisi berbanding tenaganya lebih optimal menurut perbandingan di atas kertas.

Sayangnya, rekayasa tersebut membuat suara mesin menjadi melemah dan kurang sangar bagi pengemudi. Padahal menuru Ford, suara mesin yang melemah akan memacu pengemudi untuk menggeber kendaraannya lebih parah. Sehingga ujung-ujungnya mesin malah bukannya irit namun menjadi boros karena banyak geberan yang sebenarnya tidak diperlukan.

Hal ini kemudian memicu Ford untuk membuat mesin yang mamnpu membuat suara keras dengan ruang bakar yang kecil. Solusi kongkritnya dengan merakayasa bentuk ruang bakar atau dengan menambahkan alat penghasil suara mesin buatan. Keduanya tentu akan meningkatkan adrenalin pengemudi sehingga tak perlu lagi melakukan geberan mesin yang tak berarti. Baca juga EcoBlue, Diesel Hasil Tangan Ford dan Ford Akan Datangkan Penantang Mobil Listrik Tesla Model 3.

Top